Waspada Bahaya Modus Love Scam di Merauke

  • 27 Agt 2026 13:14 WIB
  •  Merauke

RRI.CO.ID,Merauke : Masyarakat di Kabupaten Merauke diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap modus penipuan love scam yang memanfaatkan hubungan emosional melalui media sosial.

Kasubsi Penmas Sihumas Polres Merauke, IPDA Chalton P. Watori, menjelaskan, love scam merupakan modus penipuan yang dilakukan dengan membangun kedekatan dengan calon korban melalui komunikasi di media sosial.

Hal tersebut disampaikannya dalam Dialog Patroli Udara di RRI Merauke, Rabu (26/8/2026). Menurutnya, pelaku dapat memanfaatkan berbagai platform media sosial, termasuk Instagram, untuk menjalin komunikasi secara pribadi dengan calon korban.

Dalam menjalankan aksinya, pelaku biasanya berupaya menarik perhatian korban dengan menggunakan foto profil yang dianggap menarik. Setelah komunikasi terjalin, pelaku kemudian membangun simpati dengan menceritakan berbagai persoalan atau kesulitan yang dialaminya.

“Modusnya banyak. Dia bisa pakai foto profil yang menarik korban, entah ganteng entah cantik. Ujung-ujungnya dia menjual kesedihannya, entah dia lagi susah, lagi sulit, atau lagi butuh apa.”Ungkapnya

IPDA Chalton mengatakan, kasus dengan pola serupa juga ditemukan di wilayah hukum Polres Merauke. Pihak kepolisian telah menerima sejumlah pengaduan masyarakat melalui SPKT dan kemudian memberikan penanganan sesuai prosedur.

Ia menambahkan, korban dalam kasus love scam tidak hanya berasal dari kalangan perempuan. Laki-laki juga dapat menjadi korban ketika pelaku berhasil membangun kedekatan emosional dan memperoleh kepercayaan.

Menurutnya, salah satu persoalan yang dihadapi dalam penanganan kasus tersebut adalah masih adanya korban yang merasa malu atau takut untuk melapor. Kondisi tersebut dapat membuat korban memilih menyimpan permasalahan yang dialaminya.

IPDA Chalton menjelaskan, keluarga juga memiliki peran penting dalam mengenali perubahan perilaku seseorang yang diduga menjadi korban. Perubahan tersebut antara lain mulai sering menyendiri, menyembunyikan telepon seluler, merahasiakan komunikasi, atau menggunakan telepon secara diam-diam pada waktu tertentu.

Orang tua dan keluarga diharapkan tidak langsung menghakimi ketika menemukan perubahan tersebut. Pendekatan secara persuasif dinilai penting agar korban merasa aman untuk menceritakan persoalan yang dialaminya.

Ia mengingatkan masyarakat agar tidak menganggap remeh permintaan kecil dari seseorang yang dikenal melalui media sosial. Sebab, permintaan tersebut dapat berkembang menjadi kerugian yang lebih besar apabila korban sudah berada dalam perangkap pelaku.

Masyarakat yang menemukan dugaan love scam diharapkan segera mencari bantuan dan melaporkannya kepada pihak kepolisian. Kecepatan dalam melapor dinilai penting untuk membantu proses penanganan sekaligus mencegah korban mengalami kerugian yang semakin besar.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....