Bupati Merauke Dorong UMKM OAP Manfaatkan Peluang Pasar dan Program MBG

  • 15 Agt 2026 17:57 WIB
  •  Merauke

RRI. CO. ID, Merauke - Bupati Merauke Yoseph Bladip Gebze mendorong pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), khususnya kelompok penerima bantuan modal usaha, agar mampu mengembangkan usaha secara mandiri dan berkelanjutan.

Hal itu disampaikan Bupati saat menyerahkan bantuan modal usaha kepada calon penerima bantuan di Merauke. Penyerahan dilakukan secara simbolis dan selanjutnya dilanjutkan oleh Kepala Dinas beserta jajaran terkait, Sabtu 15 Agustus 2026.

Yoseph mengatakan, bantuan modal usaha diberikan kepada kelompok yang telah memiliki usaha maupun masyarakat yang baru akan merintis usaha. Menurutnya, hal terpenting dalam menjalankan UMKM adalah adanya kemauan dan kecintaan terhadap usaha yang dipilih.

Ia mengingatkan agar bantuan yang diterima tidak justru menimbulkan perpecahan di dalam kelompok.

"Kesatuan dalam kelompok itu menjadi penting. Jangan sampai setelah bantuan cair, kelompoknya terpecah. Kita harus saling memperkuat dan saling menguatkan," ujar Bupati Yoseph.

Bupati juga mengajak masyarakat asli Papua untuk tidak memandang pelaku usaha dari luar sebagai pesaing, tetapi menjadikan keberhasilan mereka sebagai bahan pembelajaran.

Masyarakat Papua, menurutnya, dapat mempelajari cara membuat dan memasarkan berbagai produk makanan, seperti cilok, bakso, roti, pisang goreng, maupun jenis usaha lainnya.

Ia mencontohkan, sejumlah anak Papua di Jayapura telah mampu menjalankan usaha bakso. Karena itu, masyarakat tidak perlu ragu untuk mencoba berbagai jenis usaha sesuai potensi dan kemampuan masing-masing.

Selain kemampuan produksi, Yoseph menekankan pentingnya analisis pasar sebelum memulai usaha. Pelaku UMKM harus menentukan siapa calon konsumennya, lokasi penjualan, serta jumlah produk yang sesuai dengan kebutuhan pasar.

"Usaha itu harus ada pasar. Kita harus melihat segmen masyarakat yang menjadi sasaran. Jangan asal berjualan, tetapi harus ada perhitungan yang matang," katanya.

Yoseph juga meminta penerima bantuan memanfaatkan potensi pariwisata sebagai peluang usaha. Salah satunya dengan menyediakan makanan dan minuman bagi masyarakat yang berwisata ke kawasan Pantai Lampu Satu.

Menurutnya, peluang usaha dapat muncul dari kebutuhan masyarakat. Karena itu, pelaku UMKM harus mampu melihat dan memanfaatkan potensi yang ada di sekitarnya.

Dari 59 calon penerima bantuan modal usaha, Bupati berharap sedikitnya 75 hingga 80 persen mampu mempertahankan dan mengembangkan usahanya.

Ia meminta Dinas terkait melakukan pendampingan dan evaluasi secara berkala. Kelompok usaha yang dinilai berhasil dapat diberikan penguatan modal berikutnya atau direkomendasikan untuk mendapatkan dukungan pembiayaan dari perbankan.

"Pemerintah daerah harus melakukan pendampingan. Kalau usaha berjalan baik, kita bisa memberikan stimulan berikutnya untuk penguatan. Kalau semakin berkembang, kita bisa membangun kemitraan dengan perbankan," jelasnya.

Bupati Merauke juga mendorong pelaku UMKM untuk melihat peluang ekonomi dari pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Menurutnya, kebutuhan bahan pangan untuk dapur MBG sangat besar, mulai dari telur, daging, ikan, sayuran, beras hingga buah-buahan. Kondisi tersebut dinilai dapat menjadi peluang bagi masyarakat untuk menjadi pemasok bahan pangan bagi dapur MBG.

Yoseph bahkan membuka peluang agar pemerintah daerah dapat memfasilitasi kemitraan antara kelompok masyarakat dengan dapur MBG, sehingga hasil produksi masyarakat dapat terserap secara berkelanjutan.

Ia mencontohkan kelompok masyarakat dapat mengembangkan peternakan ayam petelur untuk memasok kebutuhan telur atau mengembangkan pertanian sayuran untuk memenuhi kebutuhan dapur MBG.

"Kalau UMKM kita bergerak menjadi penyedia sayur atau telur, bahkan mengkoordinasikan masyarakat di kampung untuk membuat peternakan, ini menjadi peluang yang sangat baik," ujarnya.

Selain pertanian konvensional, masyarakat juga didorong mengembangkan pertanian hidroponik. Menurut Yoseph, usaha tersebut dapat menjadi salah satu alternatif untuk menghasilkan sayuran secara berkelanjutan.

Pemerintah daerah, lanjutnya, akan terus berupaya membangun penguatan bagi kelompok usaha yang memiliki potensi untuk berkembang.

Selain itu dalam menjalankan usaha, Bupati juga meminta pelaku UMKM memperhatikan sistem pengelolaan keuangan. Setiap kelompok usaha harus mencatat pemasukan dan pengeluaran secara sederhana, sehingga dapat mengetahui kondisi keuangan dan perkembangan usahanya.

Ia mengingatkan agar modal tidak langsung dihabiskan untuk belanja tanpa memperhitungkan kebutuhan dan kondisi pasar.

"Uang keluar masuk harus diatur dengan baik. Sistem pembukuan harus ada, minimal pencatatan uang masuk dan uang keluar," tegasnya.

Yoseph berharap bantuan modal usaha yang diberikan pemerintah benar-benar menjadi stimulan untuk meningkatkan kemandirian ekonomi masyarakat, menciptakan lapangan kerja dan mengurangi pengangguran di Kabupaten Merauke.

Menurutnya, keberhasilan program bukan hanya diukur dari jumlah bantuan yang disalurkan, tetapi dari seberapa banyak kelompok usaha yang mampu bertahan, berkembang dan menciptakan manfaat ekonomi bagi masyarakat.

Ia pun mengajak seluruh penerima bantuan untuk bekerja keras, terus belajar, membangun kemitraan, serta memanfaatkan peluang pasar yang tersedia.

"Harus ada kerja keras. Kita pakai tenaga, tetapi juga kita pakai strategi, supaya usaha yang kita lakukan benar-benar menghasilkan," Ucapnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....