Papua Selatan Siapkan Sistem Informasi Data Orang Asli Papua Terintegrasi

  • 13 Agt 2026 10:33 WIB
  •  Merauke

RRI. CO. ID, Merauke - Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Baperida) Provinsi Papua Selatan bersama mitra SKALA mulai mempersiapkan penerapan Sistem Satu Data Indonesia melalui pengembangan Sistem Informasi Data Orang Asli Papua atau SIRIOS. Kegiatan yang berlangsung di Swiss-Belhotel Merauke tersebut menjadi bagian dari upaya Pemerintah Provinsi Papua Selatan membangun basis data terpadu yang mencakup seluruh wilayah di empat kabupaten yakni Kabupaten Merauke, Mappi Asmat dan Boven Digoel.

Kepala Bapperida Papua Selatan DR. Ulmi Listyaningsih Wayeni .S.Sos.MM mengatakan Melalui sistem tersebut, pemerintah akan menghimpun data mulai dari tingkat distrik hingga kampung. Untuk mendukung proses penginputan, operator dari kampung akan diberikan pembinaan dan bimbingan teknis agar mampu mengoperasikan aplikasi SIRIOS.

Baperida Papua Selatan berperan sebagai koordinator dalam pengumpulan dan pengelolaan data bersama Dinas Komunikasi dan Informatika serta Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil sebagai bagian dari walidata. " Data yang dihimpun tidak hanya berkaitan dengan kependudukan, tetapi juga mencakup sektor kesehatan, pendidikan, data guru, masyarakat miskin, serta berbagai data pendukung pembangunan lainnya, " Ungkap Ulmi, Kamis 13 Agustus 2026.

Baperida menyebutkan, data yang telah terkumpul nantinya akan dikelola dan dilindungi melalui sistem yang terintegrasi. Organisasi Perangkat Daerah atau OPD akan mendapatkan akun untuk mengakses data sesuai kebutuhan, sementara kewenangan untuk menarik data berada pada Baperida dan Dinas Kominfo. Dalam prosesnya, Baperida juga akan memastikan kesepadanan data dengan data yang dikelola pemerintah pusat, termasuk melalui koordinasi dengan Pusat Data dan Informasi atau Pusdatin serta instansi terkait.

Penerapan satu data tersebut diharapkan mampu menjawab kebutuhan pemerintah daerah dalam menyusun berbagai program pembangunan. Sebab, ketersediaan data yang akurat menjadi dasar penting dalam menentukan kebijakan, program, hingga kebutuhan anggaran. Baperida menegaskan, tanpa data yang memadai, perencanaan pembangunan akan sulit dilakukan secara tepat sasaran. Karena itu, data terpadu menjadi salah satu parameter utama untuk mengukur dan menyusun arah pembangunan Papua Selatan.

" Sistem Informasi Data Orang Asli Papua atau SIRIOS tersebut ditargetkan dapat diluncurkan pada September 2026," Ujarnya.

Keberadaan satu data juga akan menjadi bagian penting dalam penyusunan dokumen perencanaan pembangunan daerah, termasuk Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Provinsi Papua Selatan. Pemerintah berharap, dengan tersedianya data yang terintegrasi dan dapat dipertanggungjawabkan, pelaksanaan pembangunan ke depan dapat berjalan lebih efektif dan selaras dengan visi dan misi Gubernur Papua Selatan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....