Gereja Katolik Rawat Persaudaraan Papua Selatan

  • 13 Agt 2026 08:43 WIB
  •  Merauke

RRI.CO.ID,Merauke: MGR. Petrus Canisius Mandagi, Uskup Keuskupan Agung Merauke, mengajak umat Katolik di Papua Selatan untuk mensyukuri kehadiran Gereja Katolik sebagai karunia Tuhan dalam mewartakan kasih, iman, persaudaraan, dan kedamaian.

Menurutnya, kehadiran Gereja Katolik di Papua Selatan bukan semata-mata karena kehebatan manusia, melainkan karena karunia Tuhan yang membawa kabar kasih kepada masyarakat. pewartaan Gereja di Papua Selatan diharapkan mampu membawa umat semakin beriman, hidup dalam kebahagiaan, serta menjaga persaudaraan dengan sesama.

Uskup menilai, perkembangan zaman menghadirkan berbagai tantangan bagi kehidupan umat beragama. Tantangan tersebut tidak hanya dihadapi Gereja Katolik, tetapi juga masyarakat secara luas. Salah satu tantangan yang disorot adalah ketidaksesuaian antara kehidupan beragama dan perilaku sehari-hari.Iman tidak cukup hanya ditunjukkan melalui kehadiran seseorang di gereja, tetapi harus diwujudkan melalui tindakan nyata.

“Manusia sudah mulai beriman, tetapi tidak membuktikan iman dalam hidup.”ujar Uskup Agung merauke dalam dialog di RRI, Rabu 12 Agustus 2026.

Uskup menyebut korupsi, kekerasan, dan berbagai bentuk tindakan yang merugikan sesama sebagai perilaku yang bertentangan dengan nilai-nilai iman. Karena itu, umat Katolik diajak untuk menjadikan iman sebagai dasar dalam menjalani kehidupan, termasuk dalam membangun hubungan yang harmonis dengan sesama.

Dalam perjalanan 121 tahun kehadiran Gereja Katolik di Papua Selatan, Mandagi mengatakan semangat para misionaris tetap relevan untuk kehidupan masyarakat saat ini. Semangat cinta kasih tersebut menjadi salah satu warisan penting yang perlu terus dipertahankan dan dikembangkan dalam kehidupan masyarakat Papua Selatan.

Mgr.Petrus menilai, semangat cinta kasih turut berperan dalam membangun kedamaian dan persaudaraan di tengah masyarakat yang memiliki keberagaman latar belakang.Kehidupan masyarakat Papua Selatan perlu terus dirawat agar kedamaian, sukacita, persaudaraan, dan toleransi tetap menjadi bagian penting dalam kehidupan bersama.

Mgr.Petrus menegaskan, perkembangan zaman tidak boleh membuat masyarakat kehilangan nilai-nilai dasar yang telah diwariskan melalui perjalanan panjang Gereja Katolik di Papua Selatan.

Uskup Agung merauke mengajak umat untuk membuktikan iman melalui kehidupan sehari-hari dengan menjaga persaudaraan, menghindari kekerasan, serta membangun hubungan yang penuh kasih dengan sesama.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....