Keluarga Jadi Dasar Iman Katolik

  • 13 Agt 2026 08:41 WIB
  •  Merauke

RRI.CO.ID,Merauke : MGR. Petrus Canisius Mandagi, Uskup Keuskupan Agung Merauke, menegaskan keluarga memiliki peran penting dalam menanamkan dan menjaga iman Katolik dalam kehidupan sehari-hari. Gereja Katolik tidak hanya memberikan perhatian terhadap kehidupan rohani, tetapi juga pendidikan, kesehatan, serta kehidupan keluarga sebagai bagian dari perwujudan cinta kasih.

Mgr.Petrus menjelaskan gereja yang besar terdiri dari keluarga-keluarga. Karena itu, pewartaan kasih dan perhatian terhadap sesama perlu dimulai dari lingkungan keluarga sebelum berkembang ke tengah masyarakat. Keluarga perlu dirawat dengan baik karena saat ini terdapat berbagai tantangan yang dapat mengganggu keharmonisan keluarga, termasuk kebiasaan mabuk dan kurangnya perhatian orang tua terhadap anak.

“Kita cinta, kita mulai wartakan mulai juga dari keluarga-keluarga, dari situ melebar ke seluruh masyarakat.”ujar Uskup Agung merauke dalam dialog di RRI, Rabu 12 Agustus 2026.

Selain itu uskup juga menyampaikan pendidikan cinta kasih juga dinilai penting dalam kehidupan keluarga. Orang tua diharapkan memberikan perhatian dan pendampingan kepada anak agar tidak terjerumus dalam berbagai perilaku yang merusak masa depan.

Mgr Petrus juga mengingatkan agar kekerasan tidak menjadi bagian dari kehidupan keluarga. Menurutnya, orang tua memiliki tanggung jawab untuk mendampingi anak-anak dalam pertumbuhan dan kehidupan sehari-hari.

Mgr. Petrus mengatakan memasuki 121 tahun kehadiran Gereja Katolik di Papua Selatan pentingnya menumbuhkan nilai-nilai iman yang diwariskan para misionaris telah berakar dalam kehidupan umat. akar iman tersebut perlu terus dirawat, khususnya oleh generasi muda melalui doa, membaca Kitab Suci, serta mengikuti perayaan Ekaristi.

Menurutnya, generasi muda menjadi bagian penting dalam keberlanjutan kehidupan Gereja Katolik di Papua Selatan. Karena itu, kaum muda perlu dibekali iman yang kuat sekaligus diarahkan untuk memanfaatkan perkembangan zaman secara positif.

Mandagi menyampaikan perhatian terhadap perkembangan teknologi dan media yang dapat memberikan manfaat, tetapi juga memiliki sisi negatif apabila tidak digunakan secara bijaksana.

Mgr Petrus juga menekankan pentingnya pengampunan dalam kehidupan bersama. Menurutnya, pengampunan menjadi bagian dari nilai kasih yang perlu terus diwariskan kepada generasi muda.

Ia berharap generasi muda papua selatan mampu menjaga nilai-nilai iman, kasih, persaudaraan, dan pengampunan yang telah diwariskan Gereja selama lebih dari satu abad. Nilai tersebut diharapkan terus diwujudkan dalam kehidupan keluarga, lingkungan Gereja, serta masyarakat Papua Selatan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....