Dinkes Perkuat Konseling Menyusui di Papua Selatan
- 10 Agt 2026 07:58 WIB
- Merauke
RRI.CO.ID, Merauke : Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes PPKB) Provinsi Papua Selatan memperkuat dukungan terhadap keberhasilan pemberian ASI melalui penyediaan layanan konseling menyusui di Puskesmas dan Posyandu. Penanggung Jawab Gizi Dinkes PPKB Provinsi Papua Selatan, Aliyah Zainuddin, SKM, mengatakan tenaga kesehatan di empat kabupaten telah mendapatkan pembekalan untuk memberikan edukasi kepada ibu terkait laktasi, pada Jum'at, 7 Agustus 2026.
Aliyah menjelaskan, pelatihan bagi pelatih terkait konseling menyusui telah dilakukan Dinkes PPKB sejak 2023 dan dilanjutkan pada 2025. Tenaga yang telah mendapatkan pelatihan tersebut kemudian menjadi konselor ASI di wilayah tugas masing-masing, termasuk di Kabupaten Merauke, Mappi, Asmat, dan Boven Digoel.
“Ketika para ibu atau ayah memerlukan konseling mungkin terkait laktasi, pemberian ASI, para ibu mungkin bisa datang di Puskesmas-puskesmas terdekat atau di Posyandu-posyandu di wilayahnya,” ujar Aliyah.
Menurutnya, edukasi mengenai persiapan menyusui juga diberikan kepada ibu hamil melalui pelayanan pemeriksaan kehamilan. Pada trimester akhir, edukasi dilakukan secara lebih intensif untuk mempersiapkan ibu menghadapi proses menyusui setelah melahirkan.
Aliyah mengatakan, khusus di Asmat, tenaga kesehatan memang belum memiliki pelatihan konselor ASI yang terakreditasi. Namun, Dinkes PPKB pada 2023 telah melaksanakan orientasi Pemberian Makan Bayi dan Anak (PMBA) yang di dalamnya turut memberikan pembekalan mengenai edukasi dan konseling menyusui.
Ia menambahkan, keberadaan konselor di fasilitas kesehatan menjadi bagian penting dalam meningkatkan cakupan ASI eksklusif di Papua Selatan. Masyarakat dapat memanfaatkan layanan tersebut untuk memperoleh informasi dan pendampingan apabila menghadapi kendala dalam proses menyusui.
Dinkes PPKB Papua Selatan berharap semakin mudahnya akses konseling dapat meningkatkan pemahaman ibu dan keluarga mengenai pentingnya ASI. Upaya tersebut sekaligus mendukung intervensi gizi sejak awal kehidupan dalam rangka membangun generasi Papua Selatan yang sehat, cerdas, dan berkualitas.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....