Konferwil I PWNU Papsel, Forum Evaluasi Objektif
- 10 Agt 2026 05:59 WIB
- Merauke
RRI.CO.ID,Merauke -Pemerintah Provinsi Papua Selatan bersama Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) secara resmi membuka Konferensi Wilayah (Konferwil) I Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Papua Selatan, Minggu 9 Agustus 2025.
Konferwil perdana tersebut menjadi momentum penting bagi PWNU Papua Selatan untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap masa persiapan organisasi selama dua tahun, sekaligus menetapkan struktur kepengurusan definitif dan merumuskan program kerja strategis untuk pembangunan daerah.
Gubernur Papua Selatan, Apolo Safanpo, dalam sambutannya menegaskan Konferwil I tidak sekadar menjadi agenda rutin organisasi untuk memilih kepengurusan baru. Menurutnya, forum tersebut harus menjadi ruang untuk melakukan evaluasi objektif terhadap berbagai langkah persiapan yang telah dilakukan selama dua tahun terakhir.
"Forum ini sangat penting untuk melakukan evaluasi yang menyeluruh terhadap persiapan-persiapan yang sudah dilakukan selama dua tahun dan saat ini perlu membentuk pengurus yang definitif," Ungkap Safanpo.
Gubernur juga mengingatkan rekam jejak historis Nahdlatul Ulama yang selama ini dinilai konsisten dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) serta turut merawat stabilitas sosial di tengah masyarakat.
Menurutnya, sinergi antara PWNU Papua Selatan dan pemerintah daerah sangat dibutuhkan, khususnya dalam mendukung percepatan pembangunan sarana dan prasarana serta peningkatan kualitas sumber daya manusia.
"Oleh karena itu, kontribusi pemikiran, ide-ide, dan gagasan untuk kita rumuskan menjadi program-program kerja ke depan dalam bentuk kolaborasi dan kerja sama dengan pemerintah daerah sangat diperlukan di sini," ujarnya.
Safanpo menambahkan, kondisi geografis Papua Selatan yang luas dengan keberagaman budaya, agama, dan etnis menjadi tantangan tersendiri dalam proses pembangunan. Karena itu, pembangunan daerah membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.
"Wilayah ini tidak mungkin dibangun oleh satu orang saja, tidak mungkin dibangun oleh satu kelompok saja. Kontribusi dan keterlibatan seluruh elemen dan komponen masyarakat sangat kita harapkan dalam membangun wilayah kita," Katanya.
Sementara itu, Wakil Sekretaris Jenderal PBNU, KH. Lukman Umafaghur, mengatakan pemekaran wilayah Papua menjadi enam provinsi membuat tantangan pembangunan sosial dan keagamaan semakin kompleks.
Ia mengibaratkan provinsi-provinsi baru di tanah Papua seperti bayi yang baru lahir dan membutuhkan bimbingan serta pendampingan dalam proses perkembangannya.
Menurutnya, kondisi geografis Papua dan luasnya rentang kendali membutuhkan kebijakan khusus. Untuk itu, PBNU memberikan afirmasi bagi kepengurusan NU di seluruh tanah Papua.
"Provinsi Papua ini memang membutuhkan intervensi-intervensi khusus. Oleh karena itu, kami di PBNU juga memberikan afirmasi khusus kepada semua PWNU yang ada di tanah Papua," kata Lukman.
Terkait mekanisme pemilihan kepemimpinan dalam Konferwil I, Lukman mendorong seluruh peserta dan perwakilan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) mengedepankan tradisi musyawarah mufakat dibandingkan pemungutan suara atau voting.
Menurutnya, tradisi musyawarah merupakan salah satu nilai yang telah diwariskan para pendiri dan kiai Nahdlatul Ulama dalam menentukan kepemimpinan organisasi.
"Dulu para muassis dan kiai-kiai kita mau memilih pemimpin hanya duduk bermusyawarah, lalu memberikan kepercayaan kepada seseorang dan semuanya dengan ikhlas menerima. Sebetulnya ini yang perlu harus kita budayakan," Ucapnya.
Lukman juga mengingatkan adanya beban moral yang melekat pada nama Nahdlatul Ulama. Karena itu, pengurus yang nantinya terpilih, baik Rais Syuriah maupun Ketua Tanfidziyah, harus memiliki kapasitas keilmuan, integritas, dan keteladanan agama.
"Ada kata ulama di dalamnya yang sangat berat. Seseorang yang menjadi Rais Syuriah maupun Ketua Tanfidziyah itu harus menunjukkan keulamaannya, karena marwah dari Nahdlatul Ulama ini yang perlu kita jaga," Ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, PBNU secara resmi menitipkan keberadaan PWNU dan PCNU di seluruh wilayah Papua Selatan kepada pemerintah daerah agar dapat dibina sekaligus menjadi mitra strategis dalam mendukung pembangunan daerah.
Pelaksanaan Konferwil I PWNU Papua Selatan diharapkan melahirkan kepemimpinan definitif yang amanah, berintegritas, serta mampu merumuskan program kerja yang memberikan kemaslahatan bagi masyarakat Papua Selatan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....