Dishub Akui Konektivitas Papua Selatan Masih Terbatas

  • 31 Jul 2026 06:23 WIB
  •  Merauke

RRI.CO.ID, Merauke : Dinas Perhubungan Provinsi Papua Selatan mengakui konektivitas transportasi di wilayah Papua Selatan masih menghadapi berbagai tantangan, baik dari sisi infrastruktur maupun ketersediaan moda transportasi.

Kondisi tersebut menjadi perhatian pemerintah daerah untuk mendukung kelancaran mobilitas masyarakat dan pembangunan di empat kabupaten. Hal itu disampaikan Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Papua Selatan, dr. Michael Gomar, S.STP., M.Si., dalam dialog interaktif RRI Merauke pada Kamis, 30 Juli 2026.

Michael Gomar mengatakan, sejak terbentuknya Provinsi Papua Selatan berdasarkan Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2022, penyelenggaraan pemerintahan baru berjalan sekitar tiga tahun. Selama periode tersebut, masih terdapat berbagai keterbatasan konektivitas yang dipengaruhi minimnya sarana, prasarana, serta infrastruktur perhubungan.

Menurut Michael, saat ini Papua Selatan memiliki moda transportasi darat, laut, dan udara. Namun, kapasitas pelayanan transportasi umum masih belum mampu menjangkau seluruh kebutuhan masyarakat, terutama di wilayah-wilayah yang memiliki akses terbatas.

"Kondisi existing memang masih sangat terbatas dan belum mampu menjangkau pelayanan kepada seluruh masyarakat di wilayah Provinsi Papua Selatan. Konektivitas ini juga berhubungan dengan ketersediaan sarana, prasarana, dan infrastruktur perhubungan yang masih sangat terbatas," Katanya.

Ia menjelaskan, konektivitas jalur darat saat ini baru menghubungkan Kabupaten Merauke dan Boven Digoel. Sementara itu, Kabupaten Mappi dan Asmat masih bergantung pada moda transportasi udara dan laut sehingga memiliki tantangan yang berbeda dibandingkan wilayah lainnya.

Michael mengungkapkan, di Kabupaten Mappi kendala utama yang dihadapi adalah belum terjaminnya aspek keamanan di pelabuhan sehingga sejumlah kapal perintis belum dapat beroperasi secara optimal. Sedangkan di Kabupaten Asmat, pelayanan transportasi laut masih terkendala kondisi dermaga yang rusak sehingga pihaknya telah mengusulkan revitalisasi pelabuhan kepada Kementerian Perhubungan.

Selain itu, layanan transportasi udara di Kabupaten Asmat juga masih sangat terbatas dengan frekuensi penerbangan yang belum memadai. Menurut Michael, peningkatan layanan transportasi darat, laut, dan udara yang didukung pembangunan infrastruktur seperti jalan, jembatan, dan pelabuhan akan menjadi kunci dalam memperkuat konektivitas serta mempercepat pemerataan pembangunan di seluruh wilayah Provinsi Papua Selatan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....