Hari Bakti TNI AU: Momentum Perkuat Transformasi dan Nilai Pengabdian Prajurit

  • 29 Jul 2026 12:37 WIB
  •  Merauke

RRI.CO.ID, Merauke – Peringatan Hari Bakti TNI Angkatan Udara (TNI AU) ke-79 menjadi pengingat penting bahwa kekuatan udara tidak hanya dibangun melalui kemampuan operasional, tetapi juga nilai pengabdian yang diwariskan dari generasi ke generasi. Hal tersebut disampaikan Kepala Staf Angkatan Udara M.Tonny Harjono S.E, M.M dalam amanat tertulisnya yang dibacakan Komandan Lanud J.A. Dimara Kolonel Pnb Beny Aprianto, S.M, Rabu 29 Juli 2026.

Sejarah mencatat, 79 tahun lalu para pelopor Angkatan Udara melancarkan serangan udara ke Semarang, Salatiga, dan Ambarawa untuk mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Di hari yang sama, bangsa Indonesia juga kehilangan putra-putra terbaiknya yang gugur saat menjalankan misi kemanusiaan. Dari peristiwa bersejarah itulah lahir Hari Bakti TNI AU sebagai fondasi nilai keberanian, ketulusan, dan pengorbanan prajurit.

Ditegaskan bahwa tantangan pengabdian setiap generasi terus berkembang. Jika para pendahulu berjuang di tengah keterbatasan, generasi saat ini dihadapkan pada lingkungan strategis yang berubah cepat, mulai dari perkembangan teknologi, dinamika geopolitik, ancaman siber, hingga operasi multidomain.

"Hari bakti ini kita mewarisi keberanian, pengorbanan dari pendahulu kami di TNI AU dan jiwa tersebut merupakan jati diri dari prajurit TNI AU yang selalu berkorban dan berani, tulus dan iklas dalam melaksanakan Amanah yang diberikan negara kepada TNI AU,” ungkap Danlanud Beny Apriyanto di Merauke, rabu 29 Juli 2026.

Ditambahkan melanjutkan arah transformasi yang telah ditetapkan sejak setahun lalu melalui program prioritas, TNI AU terus memperkuat kemampuan, organisasi, doktrin, serta kualitas sumber daya manusia (SDM) secara terpadu.

Modernisasi TNI AU tidak hanya berfokus pada kehadiran alutsista baru, melainkan juga kesiapan operasi, keandalan sistem, serta profesionalisme personel yang mengawaki, memelihara, dan mengembangkannya guna menghadirkan daya gentar bagi pertahanan negara.

Kesiapan operasional TNI AU kini tidak hanya ditentukan di udara, tetapi juga mencakup domain siber, informasi, spektrum elektromagnetik, hingga antariksa. Transformasi menyeluruh ini bertujuan untuk Menjaga kedaulatan wilayah udara nasional, melaksanakan amanah negara secara professional dan memperkuat sistem pertahanan negara.

Ia mengajak seluruh prajurit dan Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan TNI AU untuk menjadikan setiap penugasan sebagai kehormatan, setiap perubahan sebagai dorongan belajar, dan setiap tantangan sebagai peluang meningkatkan integritas demi mewujudkan Bakti TNI Angkatan Udara untuk Indonesia Maju.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....