KSU Inggyash Ghuzi Gelar Ritual Adat Pembukaan Lahan Kebun Plasma
- 27 Jun 2026 03:56 WIB
- Merauke
RRI. CO. iD, Merauke - Koperasi Serba Usaha Inggyash Ghuzi menggelar ritual adat pembukaan lahan kebun plasma KSU Inggyash Ghuzi yang terletak di Kampung Selil Distrik Ulilin Kabupaten Merauke, Provinsi Papua Selatan, Kamis 25 Juni 2026.
Kegiatan tersebut dipusatkan di halaman kantor baru KSU Inggyash Ghuzi kampung Phagabo Distrik Ulilin, Kabupaten Merauke, Provinsi Papua Selatan pada Kamis 25 Juni 2026 yang dihadiri langsung Manager Direktur Tuna Sawa Erma (TSE) Group Mr. Kim In Lae, Kepala Dinas TPHBun Merauke Josefa Rumaseuw dan masyarakat adat dari Inggyash dan Guzhi.
Ketua 1 Pengurus KSU Inggyash Ghuzi Richard Nosai Kuola mengatakan ritual adat pembukaan kebun plasma kelapa sawit Koperasi Inggyash Ghuzi membawa nilai spiritual dan sosial yang sangat mendalam bagi masyarakat adat setempat. Koperasi ini menaungi 9 marga (termasuk marga Koula, Maikuin, Gakwin, Basikwin, Doikuin, Mahuze, Kaize, dan lainnya) dengan wilayah kelola kebun plasma seluas 3.730 hektar yang dikelola langsung oleh PT. BPL dan Koperasi Serba Usaha Inggyash Ghuzi.
Dikatakan Tujuan Ritual Adat ini adalah untuk memohon keselamatan dan kelancaran usaha dari alam dan leluhur agar seluruh proses pembukaan lahan (land clearing) hingga masa panen berjalan aman tanpa ada kecelakaan maupun hambatan teknis.
Selain itu mengharapkan keberkahan dan kesuburan, dan memanjatkan doa agar tanaman kelapa sawit yang ditanam menghasilkan buah yang melimpah (produktivitas tinggi) sehingga membawa berkah ekonomi jangka panjang.
Ia juga menyampaikan ritual adat ini untuk menjaga kedamaian dan menghindari konflik serta mengikat komitmen moral antarmarga agar di kemudian hari tidak terjadi sengketa batas lahan atau konflik sosial terkait pembagian hasil kebun plasma.
Dan meneguhkan Kemandirian Ekonomi.
Sementara itu Direktur PT. Bangun Papua Luhur karya Maria Andini yang diwakilkan oleh Tulus Sianipar mengatakan menyerahkan kembali 20 persen dari konsesi ijin yang diperoleh dari pemerintah sebelumnya, selanjutnya diserahkan kepada masyarakat pemilik hak ulayat yang mengelola Koperasi dengan membangun kebun plasma secara mandiri.
Dijkatakan secara administrasi proses ini cukup memakan waktu yang lama dan hari ini kita hadir bersama-sama di sini untuk melaksanakan ritual adat sebagai bagian daripada kehormatan terhadap leluhur budaya dan adat istiadat pada 9 warga yang ada di sini.
" Hari ini juga sebagai tanda bagi kita untuk memulai pembukaan areal bagi pembukaan lahan kebun plasma kelapa sawit,"
Ia menambahkan koperasi Inggyash Guzhi ini telah memiliki HGU sendiri dan koperasi ini juga unit akan mandiri membangun kebunnya sendiri, sehingga tugas dan fungsi BPL hanya sebagai pendamping sehingga kebun ini bisa dibangun sesuai dengan standar-standar yang telah ditentukan.
oleh sebab itu, Ia mengajak untuk bersama-sama pihak koperasi 9 marga, BPL, pemerintah dan semua pihak yang terkait dengan proses pembangunan, untuk mengawal proses ini sehingga bisa berjalan dengan baik .
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....