Petani OAP yang Berhasil Bangun Rumah dan Sekolahkan Anak dari Hasil Sawah
- 02 Jun 2026 08:41 WIB
- Merauke
RRI.CO.ID, Merauke – Pertanian terbukti mampu mengubah taraf hidup dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Orang Asli Papua (OAP). Salah satu bukti nyata adalah Robi Basik-basik, petani sukses dari Suku Malind di Kampung SP3, Distrik Tanah Miring, Kabupaten Merauke, Papua Selatan. Lewat ketekunannya menanam padi, ia berhasil membangun rumah pribadi dan membiayai pendidikan anak-anaknya hingga ada yang sukses menjadi prajurit TNI (Kowad) serta tenaga kesehatan.
"Saya rasakan saat ini saya lebih sukses. Sampai saya bisa bangun rumah pribadi saya itu dikarenakan tanam padi, dan anak-anak semua bisa bersekolah," ungkap Robi dengan bangga, Sabtu 30 mei 2026.
Sebagai pemilik hak ulayat, ia memilih untuk terjun langsung mengolah tanahnya sendiri. "Saya memang tuan dusun, tapi saya tidak harap dusun. Saya kerja sendiri untuk mengelola pertanian di lahan milik saya sendiri," ucapnya.
Motivasi besar Robi untuk fokus bertani bermula sejak momentum pertemuan yang difasilitasi oleh Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHBUN) Merauke Josefa Rumaseuw saat kunjungan Menteri Pertanian ke wilayah tersebut beberapa waktu lalu. Sejak saat itu, ia terus bergerak maju hingga berhasil memperoleh berbagai alat mesin pertanian (alsintan).
Kehadiran Pemerintah Kabupaten Merauke melalui Dinas TPHBUN diakui memberikan dampak yang sangat positif bagi petani OAP, khususnya warga Malind. Hal ini membuat Robi optimistis untuk terus membina serta memotivasi keluarga dan masyarakat di sekitarnya agar konsisten bertani demi peningkatan ekonomi.
Kelola 37 Hektar Lahan Cetak Sawah Pada program Cetak Sawah Rakyat (CSR) tahun 2025, Robi bersama kelompok taninya mengolah lahan pertanian seluas 37 hektar. Saat ini, sawah seluas 8 hektar telah memasuki musim panen, sementara sisanya masih dalam fase padi bunting.
Meski bantuan bibit, pupuk, dan pestisida telah disalurkan secara gratis oleh pemerintah, Robi mencatat beberapa evaluasi teknis. Ia berharap dinas terkait dapat mengganti varietas benih padi yang disalurkan, dari jenis Impari 32 menjadi benih HMS atau varietas baru lainnya. Menurutnya, jenis Impari 32 kurang sesuai dengan struktur tanah di wilayah tempat tinggalnya.
Ia juga menyampaikan aspirasi dan kendala Petani SP3 Tanah Miring Di tengah keberhasilan tersebut, kelompok tani di Kampung SP3 masih menghadapi sejumlah kendala operasional di lapangan. Robi menegaskan bahwa kebutuhan yang paling krusial saat ini adalah kemudahan akses mendapatkan Bahan Bakar Minyak (BBM), yang selama ini sangat sulit diperoleh oleh petani.
Selain BBM, mereka juga mengharapkan tambahan bantuan alsintan dan infrastruktur pendukung, meliputi:Mesin pompa air, Hand tractor (traktor tangan), Pembangunan jembatan dan jalan usaha tani, Pengadaan teknologi drone untuk optimalisasi lahan.
Secara khusus, menghadapi musim panen ini, Robi bersama kelompok taninya meminta dinas teknis untuk segera membantu penyediaan jaring Taiwan. Jaring ini sangat dibutuhkan sebagai pagar penghalau hama babi hutan yang kerap masuk dan merusak tanaman padi yang siap panen.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....