Mangku Gede Dwiyono : Dasa Mala
- 09 Mei 2026 13:19 WIB
- Merauke
RRI.CO.ID, Merauke : Program Mutiara Pagi Agama Hindu Pro 1 RRI Merauke menghadirkan Mangku Gede Dwiyono, Penyuluh Agama Hindu Kantor Kementerian Agama Kabupaten Merauke, dengan tema “Dasa Mala”. Dalam penyampaiannya, narasumber mengajak umat Hindu untuk memahami dan menghindari sepuluh sifat buruk yang dapat menjerumuskan manusia pada penderitaan dan penyimpangan moral.
Mangku Gede Dwiyono menjelaskan bahwa tujuan hidup manusia dalam ajaran Hindu adalah mencapai kesejahteraan lahir dan batin atau jagadhita dan moksa. Menurutnya, kehidupan yang harmonis hanya dapat terwujud apabila manusia menjalankan dharma dalam setiap tindakan dan menjauhi perilaku yang bertentangan dengan ajaran susila.
| Baca juga: Makna Nyepi Tahun Baru Saka 1948 |
Ia juga menjelaskan bahwa Dasa Mala termasuk dalam kelompok Asubha Karma atau perbuatan tidak baik yang dapat merusak hubungan antarsesama maupun hubungan spiritual manusia dengan Ida Sang Hyang Widhi Wasa. Dalam kehidupan modern, sifat-sifat tersebut dinilai semakin berkembang akibat lemahnya pengendalian diri dan tingginya keterikatan terhadap hal duniawi.
Dalam renungannya, Mangku Gede Dwiyono menjelaskan satu per satu bagian Dasa Mala, di antaranya Tandri atau sifat malas, Kleda yang berarti mudah putus asa dan suka menunda pekerjaan, serta Leja yang diartikan sebagai pikiran gelap dan gemar melakukan kejahatan. Ia menilai ketiga sifat tersebut dapat menghambat manusia mencapai tujuan hidup yang benar.
| Baca juga: Pengendalian Diri Kunci Kedamaian Batin |
Selain itu, ia juga menyinggung Kutila dan Kuhaka yang berkaitan dengan kebiasaan menyakiti orang lain, mabuk, pemarah, serta suka mencari kesalahan orang lain. Menurutnya, perilaku tersebut dapat merusak keharmonisan hidup dan menimbulkan penderitaan bagi diri sendiri maupun lingkungan sekitar.
Pada bagian lain, Mangku Gede Dwiyono mengingatkan umat agar menjaga ucapan dan perilaku dalam kehidupan sosial. Ia menyebut sifat Metraya dan Megata sebagai perilaku yang harus dihindari karena berkaitan dengan ucapan menyakitkan, iri hati, serta tindakan manis yang disertai pamrih tersembunyi.
Ia juga menyoroti Ragastri, Bhaksa Bhuana, dan Kimburu yang berkaitan dengan nafsu berlebihan, gaya hidup berfoya-foya, iri hati, hingga tindakan penipuan. Menurutnya, kondisi tersebut banyak ditemukan pada era Kaliyuga saat manusia lebih mengutamakan kekayaan dan kepentingan pribadi dibanding nilai dharma.
Di akhir renungannya, Mangku Gede Dwiyono mengajak umat Hindu untuk selalu berbuat baik, menjaga kasih sayang terhadap sesama, serta mematuhi ajaran kitab suci Veda dan aturan negara demi terciptanya kehidupan yang damai dan harmonis.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....