Anak Tidak Sekolah di Papua Selatan Capai 38 Ribu Lebih

  • 08 Mei 2026 08:06 WIB
  •  Merauke

RRI.CO.ID, Merauke: Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Papua Selatan mencatat sebanyak 38.732 anak di empat kabupaten di Papua Selatan tidak mengenyam pendidikan. Data tersebut disampaikan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Papua Selatan, Ignatius Babaga dalam program SAPAPSEL di Studio RRI Merauke, Kamis, 7 Mei 2026.

Ignatius menjelaskan angka anak tidak sekolah tertinggi berada di Kabupaten Asmat sebanyak 14.523 anak, disusul Kabupaten Mappi 12.445 anak. Sementara Kabupaten Merauke tercatat 7.511 anak dan Boven Digoel sebanyak 4.153 anak.

Menurutnya, terdapat sejumlah faktor yang menyebabkan anak putus sekolah di Papua Selatan. Mulai dari faktor ekonomi, kondisi geografis, hingga anak yang mengikuti orang tua berpindah tempat tinggal.

“Banyak anak-anak kita di Papua Selatan ini tidak menikmati pendidikan dengan baik. Faktor penghambatnya mulai dari ekonomi, geografis, hingga jarak antar distrik yang sangat jauh,” ujar Ignatius.

Ia mengatakan Pemerintah Provinsi Papua Selatan mulai melakukan pemetaan strategis anak tidak sekolah sebagai langkah awal untuk menekan angka putus sekolah. Program tersebut juga melibatkan empat kabupaten di Papua Selatan.

Selain itu, pemerintah mendorong pemanfaatan PKBM untuk mengembalikan anak-anak putus sekolah agar tetap memperoleh pendidikan. Anak-anak yang putus sekolah nantinya akan disesuaikan kembali dengan jenjang paket pendidikan sesuai tingkat kelas terakhir mereka.

Ignatius berharap seluruh pihak dapat berkolaborasi dalam menangani persoalan pendidikan di Papua Selatan. Menurutnya, pendidikan tidak dapat diselesaikan hanya oleh Dinas Pendidikan semata, tetapi membutuhkan dukungan lintas sektor dan masyarakat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....