Kabupaten Merauke Berhasil Ciptakan Jingle Merauke Paradise Karya Anak Negeri

  • 30 Apr 2026 16:06 WIB
  •  Merauke

RRI. CO. ID, Merauke -Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kabupaten Merauke berhasil menggelar Sayembara Jingle/Lagu Merauke Paradise tahun 2026 yang diikuti oleh 28 peserta di Kabupaten Merauke, Papua Selatan.

Keberhasilan sayembara Jingle Merauke Paradise itu setelah dewan juri menetapkan juara terbaik yang berhasil menciptakan lagu dengan judul Merauke Paradise pada kegiatan penilaian dan penutupan sayembara tersebut yang berlangsung di Merauke, Kamis 30 April 2026.

Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Merauke Benhur Rentandatu kepada RRI mengatakan pihaknya sangat bersyukur ketika.

Puncak perayaan HUT Merauke tahun 2026, tepatnya tanggal 12 Februari, Bupati Yosep B. Gebze me-launching sayembara Jingle Merauke Paradise. Dan sejak kemarin hingga sekarang dilakukan proses penilaian dan selanjutnya akan ditutup kegiatan sayembara.

Dikatakan sayembara Jingle Merauke Paradise ini memiliki animo yang tinggi dari peserta, karena terbukti hampir seluruh peserta memiliki talenta yang tidak jauh berbeda dengan musisi lainnya. " untuk pemenang daripada sayembara Jingle Merauke Paradise ini ternyata antusias masyarakat Merauke, khususnya yang memiliki talenta bermusik luar biasa. Pesertanya ada 28 dan karya mereka semua luar biasa dan ternyata orang Merauke orang-orang hebat.

Benhur menambahkan Untuk sistem penilaiannya merupakan hak daripada juri. Sehingga mereka juga akan melihat bahwa karya yang mereka sampaikan ke juri itu tentunya berdasarkan tema yang telah ditetapkan.

"Kemudian juga berkaitan dengan bagaimana pariwisata Merauke, bagaimana kita nanti mempromosikan, meyakinkan masyarakat di luar sana bahwa Merauke itu adalah daerah yang kemudian Wajib untuk dijelajahi juga berkaitan dengan pariwisata karena kita memiliki potensi yang luar biasa, tidak kalah juga dengan daerah lain dan kita memiliki keunikan yang tidak didapatkan di daerah lain. Misalnya, terkait rumah semut, Seribu musamus di seluruh Indonesia hanya ada di Merauke. Jadi kalau mau datang ya datang di Merauke, " Ucapnya.

Selan itu Keunikan kedua adalah bahwa di Merauke tempat meraup rezeki ini, Tuhan kasih kita, Tuhan anugerahkan kita tanah yang datar. Tidak ada bukit, tidak ada gunung, kita datar. Jadi itu juga keunikan yang kita miliki.

Yang berikut, secara geografis kita berada di perbatasan Negara Kesatuan Republik Indonesia paling timur. Semua orang yang pernah sekolah dan pernah berbicara tentang yang namanya Merauke karena kita menyanyi lagu dari Sabang sampai Merauke.

Benhur Rentandatu menuturkan jingle Merauke Paradise ini sebenarnya memperlengkapi karena kita sudah punya logo dan tagline. Tahun 2023 kita pernah melakukan sayembara logo dan tagline dan kita memiliki logo tagline pariwisata Merauke adalah Merauke Paradise, Merauke surganya pariwisata. Nah, hari ini kita akan memastikan bahwa memiliki jinggel terkait dengan Merauke Paradise.

" Jinggel untuk bagaimana kita meyakinkan orang di luar sana dengan musik yang kita akan siapkan, bahwa ternyata Merauke itu punya identitas tersendiri terkait dengan pariwisata melalui lagu yang nanti akan kita tetapkan menjadi jinggel Merauke Paradise 2026," Ucapnya.

Ia menambahkan Merauke Paradise yaitu mengefektifkan tentang promosi pariwisata. Iya, karena kalau kita sudah bisa membuat strategi promosi yang efektif, tentunya ini akan berdampak kepada semakin banyak wisatawan baik nusantara maupun mancanegara yang akan berkunjung ke pelosok provinsi Papua Selatan.

Itu harapan kita. Karena begitu dapatkan kunjungan yang banyak ke sini, tentunya ini akan menghidupkan ekosistem pariwisata yang ada di Kabupaten Merauke

Kadisparekraf berharap ke depan bahwa Merauke terus berkembang dalam pembangunan pariwisata dan ekonomi kreatif. Karena sekali lagi saya mengizinkan semua.

masyarakat kita yang mulai peduli untuk mengurus pariwisata bahwa kita tidak kalah dengan daerah lain.

" Bicara tentang pasar, kita ada di depan mata karena kita ibukota provinsi Papua Selatan. Mobilisasi orang keluar dan masuk ke Papua Selatan sangat tinggi dan mereka tidak turun di Jayapura kalau bicara Papua Selatan, orang turun di Merauke. Orang turun di Merauke, dia akan cari hotel, dia akan cari Restoran dia cari makan, dia cari angkutan. Itulah usaha pariwisata akan hidup, " Tutupnya

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....