Disparekraf Merauke Gelar Pelatihan Inovasi Anyaman

  • 28 Apr 2026 10:20 WIB
  •  Merauke

RRI.CO.ID,Merauke – Pemerintah Kabupaten Merauke melalui dinas pariwisata dan ekonomi kreatif menggelar pelatihan Inovasi Anyaman yang diikuti 20 orang pelaku ekonomi kreatif Orang Asli Papua (OAP) Distrik Merauke tahun 2026. Pelatihan yang berlangsung selama 3 hari itu dari tanggal 28 – 30 April 2026 bertempat di Hotel Megaria Merauke dan dibuka langsung Sekda Merauke Jeremias Ruben Ndiken, Selasa 28 April 2026.

Kepala bidang Ekonomi Krestif Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Merauke Gaspar C.H. Silubun. S.STP.,M.A.P dalam laporannya mengatakan saat ini, ekonomi kreatif merupakan salah satu sektor riil yang layak menjadi prioritas dalam menopang perekonomian daerah. Berbeda dengan sektor lain yang bergantung pada eksploitasi sumber daya alam. Kekuatan ekonomi kreatif lebih bertumpu pada keunggulan sumber daya manusia melalui karya seni, inovasi, serta ide-ide kreatif. Produk anyaman tradisional memiliki nilai seni dan ekonomi yang tinggi dengan inovasi produk anyaman.

Dikatakan kita dapat menembus pasar yang lebih luas, baik lokal maupun nasional. Oleh karena itu, Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kabupaten Merauke menyelenggarakan pelatihan inovasi anyaman bagi pelaku ekonomi kreatif di distrik Merauke.

Kegiatan ini bertujuan memberikan bekal pengetahuan, keterampilan, dan motivasi inovasi kepada pelaku usaha anyaman di distrik Merauke, Meningkatkan pemahaman serta tentang konsep inovasi dalam anyaman, Mengidentifikasi peluang inovasi dalam desain, bahan baku, dan teknik anyaman, Mengembangkan ide-ide kreatif dan solutif untuk produk anyaman dan Menerapkan Inovasi dalam kegiatan usaha sehari-hari, serta meningkatkan daya saing produk kenyamanan di pasar lokal maupun nasional.

Sementara itu Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Merauke Benhur Rentandatu mengatakan pelatihan anyaman bagi pelaku ekonomi kreatif ini bukan sekedar pembukaan pelatihan namun hari ini adalah awal dari perubahan cara kita melihat tentang anyaman. Selama ini anyaman sering dipandang sebagai produk tradisional hias namun anyaman adalah kekuatan ekologi, anyaman adalah identitas budaya dan anyaman adalah masa depan.

“ Kabupaten Merauke memiliki kekayaan yang luar biasa, budaya yang hidup keterampilan yang diwariskan dan potensi ekonominya besar namun, Kita juga harus jujur bahwa potensi ini belum sepenuhnya berkembang menjadi kekuatan ekonomi yang maksimal masih banyak tantangan yang kita hadapi seperti terbatasnya di Lokasi, desain kualitas produk yang belum merata, akses pasar yang masih terbatas serta rendahnya nilai tambah daripada produk. Oleh karena itu pelatihan ini menjadi sangat penting guna menjawab tantangan tersebut,” ungkap Benhur.

Ditambahkan Tujuan kita bukan hanya pelatihan tetapi peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui ekonomi kreatif. “ Saya ingin menyampaikan pesan sederhana khususnya bagi para peserta sekalian Jangan hanya menjadi perhatian tetapi juga mencintai saya, jangan hanya bekerja tetapi kamu tidak bisa dan jangan hanya mengikuti pelajaran jika kalian sering dan memiliki tingkat yang kuat dan tangan kalian suatu hari nanti akan dibanggakan tidak hanya teknologi tetapi yang lebih luas,” katanya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....