Penyaliban Yesus Merupakan Kepedulian Allah dan Penebusan
- 03 Apr 2026 09:36 WIB
- Merauke
RRI.CO.ID, Merauke: Pelaksana Harian Majelis Jemaat (PHMJ) Gereja Kristen Injili (GKI) Ottow Merauke melaksakan ibadah memperingati Hari Jumat Agung, Kematian Yesus Kristus (Jumat, 3 April 2026, Pukul 09:00 WIT) di Gedung Gereja GKI Ottow, Jalan Yobar 1 Merauke, Papua Selatan
Ibadah berjalan penuh khidmat yang dilayani Ketua PHMJ, Pdt. Elisabeth M. I Wejai, S.Si dengan tema kotbah Kepedulian Allah dan Penebusan, dari bacaan Firman Tuhan di Markus 15 : 20b - 32. Dalam Ibadah tersebut, perenungan kesengsaraan Yesus Kristus difrakmenkan dalam bentuk drama penyaliban oleh Majelis dan Anggota Sidi Baru.
"Dari frakmen drama ini, dapat kita renungkan bahwa Sang Mesias mau meninggalkan kemuliaan-Nya dan berada di titik terendah serta bersedia disiksa, mengalami sakit secara fisik dan batin dan mengalami luka" Ucap Pdt. Elisabeth Wejai saat mengawali khotbahnya.
Pdt. Wejai menjelaskan, penderitaan dan kesakitan-Nya Yesus tetap diam dan tunduk dalam ketaatan demi kehendak Allah Bapa. Yesus bersedia melewati jalan via dolorosa bersama penjahat-penjahat, sehingga Yesus dianggap sebagai seorang kriminal meskipun tidak bersalah.
Pdt. Wejai menegaskan dari teks pembacaan Firman Tuhan, peristiwa penyaliban menjelaskan Yesus tidak melakukan kesalahan apapun sehingga umat disadarkan, bahwa Yesus rela menggantikan diri manusia yang berdosa sehingga manusia janganlah hidup dengan dosa, termasuk dosa favorit.
Pdt. Elisabeth Wejai menambahkan dengan peristiwa penyaliban, orang percaya sudah diselamatkan melalui penderitaan Yesus karena secara total Yesus sudah menjalankan visi Allah yaitu sebagai manusia.
Dalam khotbahnya, Pdt Elisabeth Wejai berpesan, hendaklah umat merenung dan peduli atas pengorbanan Allah sebagai bukti dan tanda cinta Allah kepada Manusia dengan membalas kebaikan Yesus, mencintai-Nya dengan melakukan kehendakNya. Dengan memikul salib Kristus merupakan tanggung jawab iman yang harus dijalani dengan penuh kesetiaan. Sekalipun disaat menjalani hidup penuh penderitaan, janganlah mengganti salib Yesus dengan apapun, melainkan bersedia hidup dalam pertobatan sejati serta mengoreksi diri.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....