BMKG Prediksi Masih Terjadi Beberapa Fenomena hingga April 2026

  • 26 Mar 2026 05:35 WIB
  •  Merauke

RRI.CO.ID, Merauke – Badan Klimatologi, Meteorologi dan Geofisika Mopah Merauke memprediksi akan ada beberapa fenomena atmosfer yang berpotensi untuk mempengaruhi kondisi cuaca, khususnya di wilayah Indonesia secara umum dan wilayah Provinsi Papua Selatan secara khusus hingga hingga bulan April 2026.

Prediksi tersebut disampaikan Prakirawan Stasiun Meteorologi Mopah Merauke Dita Rahmawati saat menyampaikan prospek cuaca untuk wilayah provinsi Papua Selatan menghadapi arus mudik dan arus balik lebaran di tahun 2026 ini.

Dikatakan secara dinamika atmosfer di wilayah Indonesia pada hari raya dan libur Idul Fitri tahun 2026 ini, secara khusus di minggu kedua bulan Maret hingga minggu keempat bulan Maret 2026 diperkirakan Monsun Asia dan MJO secara spasial masih mempengaruhi kondisi cuaca, khususnya di wilayah Provinsi Papua Selatan.

Kemudian, hingga April 2026, diperkirakan masih terdapat potensi gelombang atmosfer yang terjadi berbarengan dengan potensi adanya bibit siklon, khususnya di wilayah bagian selatan Indonesia. “ Jadi, untuk bulan Maret hingga bulan April 2026.

BMKG memperkirakan masih akan ada potensi cuaca signifikan yang terjadi khususnya di wilayah selatan Indonesia,” ungkap Dita Rahmawati.

Ditambahkan berdasarkan peta dari kondisi gelombang atmosfer dan MJO secara spasial di wilayah Indonesia, dapat dilihat untuk prediksi hingga tanggal 21 Maret 2026, diperkirakan MJO secara spasial masih akan mempengaruhi potensi pembentukan awan hujan yang signifikan di wilayah Provinsi Papua Selatan.

“ Di peta yang sebelah sini, Bapak, Ibu bisa melihat bahwa di wilayah bagian timur Indonesia, diperkirakan pada bulan Maret 2026, masih akan terdapat potensi pertumbuhan awan CB atau awan hujan dengan cakupan area lebih dari 75%. Terutama untuk wilayah Papua Selatan, diperkirakan akan signifikan terjadi di wilayah perairan,” ucapnya.

Dita menuturkan diperkirakan hingga H+3 hari raya, untuk wilayah Provinsi Papua Selatan masih terdapat potensi terjadi hujan dengan intensitas ringan sampai dengan sedang, terutama diperkirakan akan terjadi pada waktu siang hingga sore hari, dan malam hingga dini hari.

“kami berkesimpulan bahwa akan ada cuaca yang cukup signifikan yang perlu diwaspadai oleh nelayan di wilayah Provinsi Papua Selatan mengingat prospek tinggi gelombang untuk wilayah Provinsi Papua Selatan dalam kategori sedang, berkisar antara 1 sampai dengan 2,5 meter. Dan H+3 hari raya, diperkirakan kondisi gelombang akan kembali normal, berada di kategori tenang sampai dengan rendah, berkisar di ketinggian 0,5 sampai dengan 1,25 meter,” ujarnya.

Sementara untuk prospek arah dan kecepatan angin di wilayah Provinsi Papua Selatan, diperkirakan secara umum, arah angin di wilayah Provinsi Papua Selatan masih dominan bergerak dari arah barat sampai dengan utara dengan kecepatan rata-rata berkisar 10 sampai dengan 40 km/jam.

Untuk diketahui untuk memudahkan mengakses informasi dari BMKG secara mobile, masyarakat bisa mengunjungi laman cuaca.bmkg.go.id/trans. Di sini ada tiga pilihan untuk melihat kondisi cuaca perjalanan, untuk traffic, kemudian Inasiam, ini adalah platform untuk memantau kondisi cuaca penerbangan dan Inawis adalah platform untuk memantau kondisi cuaca pelayaran.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....