Sekolah Rakyat Jemput Siswa Miskin

  • 25 Mar 2026 13:39 WIB
  •  Merauke

RRI.Co.ID,Merauke : Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 77 Merauke memiliki perbedaan mendasar dibanding sekolah reguler, khususnya dalam proses penerimaan siswa. Jika sekolah umum membuka pendaftaran, SRT justru menjemput langsung calon peserta didik dari lapangan.

Budi Sutomo kepala Sekolah Rakyat terintegrasi 77 Merauke mengatakan pendataan dilakukan oleh pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) melalui survei langsung ke masyarakat. Calon siswa dipastikan berasal dari keluarga kurang mampu yang masuk kategori desil satu dan desil dua dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional.

Sutomo Menjelaskan setelah proses survei, dilakukan asesmen melalui wawancara terhadap orang tua dan anak. Tahapan ini menjadi dasar penentuan kelayakan sebelum siswa dijemput dan dibawa ke lingkungan sekolah berasrama.

SRT 77 Merauke mengusung konsep pendidikan berbasis asrama dengan moto “cerdas bersama tumbuh setara”. Sistem ini memungkinkan siswa tinggal dan belajar bersama dalam satu lingkungan yang terintegrasi.

Sekolah ini juga menerapkan sistem terintegrasi atau “satu atap” yang mencakup jenjang SD dan SMP. Dari total kuota 100 siswa, masing-masing 50 siswa dialokasikan untuk jenjang SD dan SMP.

Pada tahun ajaran berjalan, jenjang SD dibuka untuk kelas satu hingga kelas lima, sementara jenjang SMP untuk kelas tujuh dan kelas delapan. Sekolah belum membuka kelas enam dan Sembilan karena pertimbangan kesiapan akademik serta proses administrasi mutasi data siswa di sistem Dapodik yang masih berlangsung.

Kebutuhan tenaga pengajar disesuaikan dengan jumlah rombongan belajar (rombel) yang tersedia. Untuk jenjang SD, saat ini telah dibentuk lima rombel dari kelas satu hingga kelas lima.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....