Pemprov Papua Selatan Dorong Penanganan Gizi Buruk
- 10 Mar 2026 16:44 WIB
- Merauke
RRI. CO. ID, Merauke - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Selatan mendorong penanganan masyarakat yang mengalami gizi buruk terutama Bayi dibawah Lima Tahun (Balita). Demikian Asisten I Setda Papua Selatan Bidang Pemerintahan dan Kesra, Agustinus Joko Guritno mewakili Gubernur Apolo Safanpo saat membuka orientasi tata laksana dan sosialisasi standar produk pangan terapi gizi bagi balita gizi buruk di Hotel Corein Merauke,Selasa 10 Maret 2026.
Dalam sambutan, Guritno menilai kegiatan orientasi tersebut penting bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) yang memberikan pelayanan di bidang gizi dan kesehatan bagi masyarakat.
"Karena ini ada hubungan erat dengan stunting, ini merupakan isu nasional yang belum berakhir sampe hari ini,"kata Agustinus Joko Guritno.
Ia menegaskan bahwa guna menangani gizi buruk, perlu perhatian ekstra kepada masyarakat yang mengalami kehidupan gizi buruk.
Agustinus mengucapkan terima kasih kepada Universitas Cenderawasih (Uncen) Jayapura dan United Nations Children's Fund (UNICEF) dan jajaran yang menggelar kegiatan ini, lantaran pemerintah mempunyai keterbatasan dalam memberikan pelayanan komprehensif kepada seluruh masyarakat.
Tapi juga perhatian membantu pemerintah dalam meningkatkan gizi bagi masyarakat. Karena, masyarakat dari lahir sampai meninggal menjadi perhatian pemerintah.
Lanjut dia, sehingga masyarakat bisa hidup sesuai aturan dan tatanan negara yang berlaku. Berbicara tentang gizi berarti ada hubungan dengan stunting.
Guritno mengatakan stunting menjadi isu bagi para tenaga kesehatan dalam melaksanakan tugas. Karena, diseluruh tanah Papua,masih banyak masyarakat yang mengalami kekurangan gizi.
Padahal, kata dia, hasil produk pangan baik lokal maupun nasional, atau hasil alam banyak seperti ikan,sayur mayur, sagu, daging, dan buah-buahan cukup melimpah,Tetapi bagimana masyarakat bisa mengelola dan memanfaatkn sumber - sumber alam yang tersedia disekitarnya.
Untuk itu, lanjut dia, bagi ASN yang berlatar belakang pendidikan, kesehatan dan gizi bisa berbagi pengalaman kepada masyarakat agar mereka memanfaatkan sumber alam guna meningkatkan gizi bagi balita.
"Bagi tenaga kesehatan yang pernah bertugas dikampung-kampung sudah pasti tau persis bagimana pola hidup masyarakat,"ujar Agustinus Joko Guritno.
Guritno menyebut, kebiasaan masyarakat di kampung untuk pola makan perlu diperhatikan, lantaran sebagian besar dalam sehari makan satu kali dan banyak menghabiskan waktu untuk berkebun dan meramu sagu.
"Pola makan masyarakat kampung perlu diperhatikan, karena rata-rata rebus atau bakar,"kata Guritno disela-sela sambutan.
"Oleh sebab itu, kita harus menyampaikan kepada masyarakat secara komprehenship, dari mulai bagun pagi sampai tidur kita harus memberikan informasi yang benar kepada mereka,"ujarnya.
Selain itu, lanjut dia, memberikan penyuluhan yang benar agar hidupnya teratur dan bersih, jaga kesehatan. Selain itu, masyarakat di kampung juga mungkin tidak mempunyai MCK.
"Hal ini juga mungkin disampaikan kepada pemerintah supaya membangun MCK umum bagi mereka,"kata Guritno.
Ia mengatakan, memang tugas berat, namun itu merupakan bentuk pengabdian sebagai ASN. Diharapkan kepada ASN maupun tenaga kesehatan agar tetap semangat dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.
Agustinus berharap kepada para peserta agar dapat mengikuti kegiatan dengan baik dan bisa memberikan masukan, berbagi pengalaman dari latar belakang ilmu yang dimiliki sehingga kegiatan ini berjalan dengan baik dan dinamis.
Tapi juga, dapat menghasilkan rekomendasi yang berguna untuk membangun pelayanan masyarakat di Papua Selatan. Sebagai ASN harus menjadi pelopor pembangunan didaerah yang belum maju.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....