Alfonsus : Yesus Model Gerakan Misioner Gereja

  • 09 Mar 2026 12:55 WIB
  •  Merauke

RRI.CO.ID, Merauke : Penyuluh Agama Katolik Kantor Kementerian Agama Kabupaten Merauke, Alfonsus No Embu, S.Fil., M.Hum, menyampaikan refleksi rohani dalam program Mutiara Pagi yang disiarkan RRI Merauke, Minggu 08 Maret 2026. Dalam kesempatan itu ia membawakan tema “Yesus sebagai Model Gerakan Misioner Gereja dalam Menghadirkan Pengharapan.”

Alfonsus menjelaskan bahwa refleksi tersebut berangkat dari bacaan Injil Minggu Ketiga Prapaskah yang mengisahkan perjumpaan Yesus dengan perempuan Samaria di Sumur Yakub sebagaimana tertulis dalam Injil Yohanes 4:1–42.

Menurutnya, kisah tersebut mengingatkan pada hubungan antara orang Yahudi dan Samaria yang sama-sama mengklaim sebagai umat perjanjian Allah, namun memiliki perbedaan tradisi, cara penyembahan, serta latar belakang sejarah yang menimbulkan jarak sosial dan religius.

Dalam situasi itu, Yesus justru memilih hadir dan berdialog dengan seorang perempuan Samaria yang pada masa itu dipandang rendah, baik karena identitasnya sebagai orang Samaria maupun sebagai perempuan dalam struktur sosial masyarakat Israel.

Alfonsus menilai tindakan Yesus tersebut menunjukkan upaya melampaui sekat-sekat sosial dan keagamaan yang memisahkan manusia, sekaligus membuka ruang keselamatan bagi semua orang tanpa membedakan latar belakang.

Selain itu, Yesus juga mengarahkan cara penyembahan yang benar kepada Allah, bukan semata-mata melalui tempat atau ritual lahiriah, melainkan melalui sikap batin yang tulus dalam roh dan kebenaran.

Lebih lanjut, ia mengatakan bahwa kehadiran Yesus membawa perubahan bagi perempuan Samaria dan masyarakat sekitarnya, karena mereka mengalami pemulihan, pertobatan, dan tumbuhnya iman setelah mendengar kesaksian tentang Yesus.

Renenguan tersebut juga menegaskan bahwa Gereja dipanggil menjalankan tugas misioner dengan hadir di tengah kehidupan umat, terutama bagi mereka yang kecil, lemah, miskin, tersingkir, dan difabel.

Menurutnya, masa Prapaskah menjadi kesempatan bagi umat beriman untuk mewujudkan iman melalui tindakan nyata berupa solidaritas, pelayanan, dan perhatian kepada sesama yang mengalami penderitaan atau kehilangan harapan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....