Karantina Gagalkan Upaya Penyelundupan Reptil Langka
- 07 Feb 2026 06:38 WIB
- Merauke
RRI.CO.ID, Merauke : Upaya penyelundupan satwa liar dilindungi kembali digagalkan oleh aparat berwenang di Papua. Kali ini, petugas berhasil mengamankan tiga ekor reptil langka yang hendak diselundupkan melalui bandara internasional.
Insiden ini terjadi di area kargo Bandara Internasional Mopah, Merauke. Keterangan waktu kejadian dirilis pada Kamis 6 Februari 2025. Petugas Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Papua Selatan (Karantina Papua Selatan) mencurigai sebuah paket yang dikirim dengan deklarasi isi sebagai “obat-obatan”.
Kecurigaan semakin kuat ketika hasil pemindaian sinar-X menunjukkan citra visual yang tidak sesuai dengan karakteristik barang yang tercantum dalam dokumen. Pemeriksaan fisik pun segera dilakukan untuk mengungkap isi sebenarnya dari paket mencurigakan tersebut.
Setelah dibuka, petugas justru menemukan tiga ekor reptil hidup yang terbungkus rapi dalam stereofoam. Satwa yang diamankan adalah satu ekor ular sanca hijau (Morelia viridis), satu ekor ular sanca bibir putih (Leiopython albertisii), dan satu ekor biawak bunga tanjung (Varanus doreanus). Ketiganya termasuk dalam kategori satwa dilindungi.
Kepala Karantina Papua Selatan, Irsan Nuhantoro, menjelaskan bahwa pelaku menggunakan modus deklarasi palsu. Menurutnya, penyamaran paket sebagai komoditas medis sengaja dilakukan untuk mengelabui dan menghindari pemeriksaan petugas karantina.
"Setelah petugas melakukan pemeriksaan, di dalam paket yang dibungkus stirofoam tersebut, ditemukan tiga ekor reptil hidup yaitu satu ekor ular sanca hijau, satu ekor ular sanca bibir putih, dan satu ekor biawak bunga tanjung," ungkap Irsan dalam keterangan tertulisnya.
Irsan menegaskan bahwa semua komoditas yang masuk maupun keluar wilayah Papua wajib dilaporkan untuk pemeriksaan. Langkah ini penting untuk memastikan kesehatan komoditas sekaligus melindungi kekayaan biodiversitas daerah.
"Semua komoditas ya, hewan, ikan, tumbuhan, juga produknya yang akan masuk maupun keluar Papua, terutama Papua Selatan dalam hal ini wajib dilaporkan ke petugas karantina. Ini penting mengingat Papua memiliki kekayaan biodiversitas yang tinggi, jadi harus dijaga bersama-sama," tegas Irsan.
Saat ini, ketiga reptil tersebut telah menjalani proses karantina penahanan untuk pemeriksaan kesehatan dan identifikasi lebih lanjut. Sementara itu, penyelidikan terhadap terduga pelaku masih terus dilakukan untuk mengungkap jaringan di balik upaya penyelundupan ini.
Irsan juga menyampaikan apresiasi atas sinergi dengan Pos Indonesia, Aviation Security (Avsec) Bandara Mopah, dan Satgas Kopasgat. Ia menegaskan bahwa pengawasan di semua pintu masuk dan keluar wilayah akan terus diperketat untuk mencegah kejadian serupa terulang di masa depan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....