Kondisi Nelayan Merauke Masih Dipantau
- 26 Jan 2026 09:15 WIB
- Merauke
RRI.CO.ID,Merauke : Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Papua Selatan menyampaikan perkembangan terkini terkait informasi dugaan penangkapan nelayan asal merauke oleh aparat Australia dan Papua Nugini. Hingga saat ini, informasi yang diterima masih bersifat sementara dan belum disertai rilis resmi dari otoritas berwenang.
Taufik Latarissa Ketua HNSI Papua Selatan menjelaskan bahwa belum ada komunikasi langsung yang terhubung dengan nelayan yang dikabarkan ditangkap. Informasi yang diterima hanya berasal dari pemantauan dan laporan sesama nelayan saat terjadi aksi saling kejar di perairan perbatasan.
Berdasarkan laporan sementara, terdapat sembilan kapal nelayan yang berada di lokasi kejadian. Dari jumlah tersebut, tiga kapal dikabarkan sempat ditahan, sementara enam kapal lainnya berhasil lolos dari pengejaran aparat patroli negara tetangga.
Taufik Latarissa mengatakan pihaknya menerima informasi bahwa tiga kapal yang ditahan sempat digiring ke sebuah pulau di sekitar wilayah Australia. Setelah dilakukan dugaan koordinasi terkait dokumen, kapal-kapal tersebut dikabarkan kembali mengangkat jangkar, namun hingga kini belum diketahui secara pasti keberadaannya.
“Untuk kondisi terkini, kami belum mendapat komunikasi langsung dengan nelayan yang dikabarkan ditangkap. Informasi ini masih kami pantau” ujar Ketua HNSI Papua Selatan. Senin ( 26/01/2026).
Terkait perlindungan negara di wilayah perbatasan, HNSI papua selatan menilai aparat telah menjalankan tugas secara maksimal. Upaya sosialisasi dan pengamanan dinilai telah dilakukan secara berulang, sehingga kejadian serupa diharapkan tidak kembali terulang di masa mendatang.
HNSI Papua Selatan menegaskan bahwa pihaknya tidak memiliki kewenangan administratif untuk melakukan koordinasi diplomatik langsung. Namun demikian, organisasi tersebut tetap berupaya berkoordinasi dengan pemerintah daerah merauke dan pemerintah provinsi papua selatan, serta kementerian terkait di tingkat pusat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....