Keluhkan Hasil Seleksi, Ratusan Pencaker OAP Datangi Pemprov

  • 22 Mei 2025 08:13 WIB
  •  Merauke

KBRN, Merauke : Ratusan pencari kerja (Pencaker) Orang Asli Papua yang dinyatakan tidak lolos pada seleksi formasi CPNS Pemerintah Provinsi Papua Selatan tahun 2025 mendatangi kantor Pemerintah Provinsi Papua Selatan. Kedatangan mereka untuk melakukan audiens bersama Wakil Gubernur Paskalis Imadawa dan BKPSDM Papua Selatan. Rabu (21/5/2025)

Audiens berlangsung di ruang pertemuan kantor Pemprov Papua Selatan dihadiri perwakilan pencaker OAP dan Wakil Gubernur Paskalis Imadawa serta Sekretaris BKPSDM dan kepala Bidang Pengadaan SDM. Wagub Paskalis mengatakan audiens untuk menyamakan persepsi dan memberikan pemahaman kepada para pencaker OAP terkait mekanisme yang dilakukan pada saat seleksi CPNS.

“Cikal bakal seleksi CPNS ini bisa membuat keseimbangan dari jumlah PNS yang ada sekarang di Papua Selatan mengingat dari data yang ada jumlah PNS OAP lebih sedikit dari PNS Nusantara dan ini terbukti. Oleh karena itu diharapkan kehadiran seleksi CPNS ini mampu memberikan keseimbangan sehingga kuota 80 – 20 dapat terjawab,” ungkap Paskalis Imadawa.

Paskalis menuturkan kekecawaan yang dirasakan para pencaker ini juga turut dirasakan oleh dirinya, karena itu Ia berharap keberpihakan harus jelas diberikan bukan setengah-setengah.

“ Jadi saya harap anak-anak dan adik-adik semua harus tenang karena kita mesti membicarakan ini dengan baik dan menggunakan akal sehat supaya mendapatkan jalan keluar atau solusi yang baik dan tepat sasaran,” ucapnya.

Terkait formasi lowong yang akan diberikan kepada 203 orang ini agar dapat dipastikan juknisnya sehingga tidak berbenturan dengan peraturan dan perundang-undangan yang berlaku.

Salah satu pencaker OAP Marselino Gebze mengakui dirinya dinyatakan tidak lulus seleksi CPNS melalui akun SSCASN dikarenakan tidak memenuhi standar, sedangkan jumlah nilai yang diperolehnya lebih tinggi jika dibandingkan peserta lainnya. Hal ini berdampak terhadap kekecawaan yang sangat mendalam dan mempertanyakan kinerja dari BKPSDM Papua Selatan agar dapat lebih objektif dalam melakukan seleksi.

“ Ini kenyataan yang dialami saya sendiri, dari hasil sementara saya masuk dalam tes SKB akan tetapi hasil akhir dinyatakan tidak lolos. Jumlah point yang diterima lebih tinggi dibandingkan salah satu peserta. Point saya 40,9 sedangkan peserta lain 38,1 tetapi hasil saya di akun SSCASN dinyatakan tidak lolos,” ucapnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....