Abdul Latif : Taubat Nasuha
- 17 Mar 2026 08:03 WIB
- Merauke
RRI.CO.ID, Merauke : Dalam renungan berbuka puasa Pro 1 RRI Merauke Merauke, Senin 16 Maret 2026, Abdul Latif, M.Pd.I mengajak umat Islam untuk memanfaatkan bulan Ramadan sebagai momentum memperbaiki diri melalui tobat yang sungguh-sungguh kepada Allah SWT.
Ia menjelaskan bahwa setiap manusia tidak terlepas dari kesalahan dan dosa. Karena itu, Allah memerintahkan umat beriman untuk kembali kepada-Nya melalui tobat nasuha sebagaimana disebutkan dalam Al-Qur’an.
“Sebagai manusia biasa, kita tentu tidak memiliki jaminan terbebas dari jeratan dosa. Karena itu Allah memerintahkan kita untuk bertobat kepada-Nya dengan tobat nasuha,” ujar Abdul Latif.
Abdul Latif juga mengatakan bahwa dalam Surah At-Tahrim ayat 8, Allah memerintahkan orang-orang beriman untuk bertobat dengan tobat yang semurni-murninya. Menurutnya, perintah tersebut sekaligus menunjukkan bahwa Allah membuka pintu ampunan bagi hamba-Nya yang ingin kembali ke jalan yang benar.
Ia menambahkan, kelanjutan ayat tersebut juga menyebutkan harapan agar Allah menutupi kesalahan manusia dan memasukkan mereka ke dalam surga yang di bawahnya mengalir sungai-sungai. Namun kata “mudah-mudahan” dalam ayat tersebut menunjukkan bahwa ampunan Allah harus diiringi kesungguhan dari hamba-Nya.
Dalam penjelasannya, Abdul Latif mengatakan tobat nasuha berarti tobat yang dilakukan secara maksimal, tidak setengah-setengah, dan disertai komitmen kuat untuk meninggalkan dosa serta tidak mengulanginya di kemudian hari.
Ia juga menjelaskan beberapa syarat tobat nasuha menurut para ulama, di antaranya niat yang tulus dan ikhlas, menyesali dosa yang telah dilakukan, meninggalkan perbuatan dosa, serta bertekad kuat untuk tidak mengulangi kesalahan tersebut.
Lebih lanjut ia mengingatkan bahwa tobat juga memiliki batas waktu, yaitu selama manusia masih hidup dan sebelum datangnya ajal. Oleh karena itu, umat Islam diimbau tidak menunda-nunda untuk memperbaiki diri.
Selain itu Abdul Latif juga menekankan bahwa jika dosa berkaitan dengan sesama manusia, maka seseorang harus terlebih dahulu meminta maaf kepada orang yang pernah dizalimi sebelum memohon ampun kepada Allah SWT. Ia berharap melalui momentum Ramadan, umat Islam dapat meningkatkan keimanan serta menjauhi segala bentuk kemaksiatan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....