Furqon Abdul : Sifat Wajib Allah
- 04 Mar 2026 14:02 WIB
- Merauke
RRI.CO.ID, Merauke : Pro 1 RRI Merauke menyiarkan renungan berbuka puasa pada Selasa, 24 Februari 2026, yang menghadirkan narasumber Furqon Abdul Haq, S.Pd. Dalam siaran tersebut, ia mengulas konsep akidah Ahlussunnah wal Jama’ah tentang sifat-sifat Allah. Materi yang disampaikan menitikberatkan pada pemahaman Sifat Wajib 20 sebagai bagian dari penguatan keimanan umat.
Dalam renungannya, ia menjelaskan bahwa Ahlussunnah wal Jama’ah meyakini Allah memiliki sifat-sifat kesempurnaan dan mustahil memiliki sifat sebaliknya. Konsep yang dikenal dengan istilah Aqaid Seket atau akidah 50 itu mencakup sifat wajib, mustahil, dan jaiz bagi Allah serta para nabi. Penjelasan tersebut disampaikan sebagai landasan dasar dalam memahami tauhid secara benar.
Ia juga menjelaskan bahwa pembahasan sifat wajib, mustahil, dan jaiz tidak hanya bersandar pada dalil naqli seperti Al-Qur’an dan hadits, tetapi juga menggunakan pendekatan akal sehat. Dalam tradisi ilmu kalam, hal itu dikenal dengan hukum ‘aqli yang meliputi wajib, mustahil, dan jaiz. Pendekatan ini dinilai penting terutama bagi mereka yang sedang mencari dasar rasional tentang keberadaan Tuhan.
Lebih lanjut, ia menjelaskan pengertian wajib ‘aqli sebagai sesuatu yang pasti ada menurut akal, mustahil ‘aqli sebagai sesuatu yang pasti tidak ada, dan jaiz ‘aqli sebagai sesuatu yang mungkin ada atau tidak ada. Ia mencontohkan keadaan makhluk yang tidak mungkin terlepas dari sifat bergerak atau diam sebagai ilustrasi sederhana. Penjelasan ini, menurutnya, membantu umat memahami konsep ketuhanan secara logis.
Dalam kajian ulama Ahlussunnah wal Jama’ah, Sifat Wajib 20 dikelompokkan menjadi empat bagian, yakni sifat nafsiyah, salbiyah, ma’ani, dan ma’nawiyah. Pembagian ini telah dirumuskan secara sistematis oleh Muhammad bin Yusuf as-Sanusi dalam kitab Umm al-Barahain. Rumusan tersebut menjadi rujukan penting dalam tradisi pendidikan akidah di berbagai pesantren dan lembaga keislaman.
Ia juga menegaskan bahwa penetapan 20 sifat wajib bukanlah pembatasan terhadap kesempurnaan Allah. Menurutnya, kesempurnaan Allah tidak terbatas, sementara manusia memiliki keterbatasan dalam memahami seluruh sifat-Nya. Penetapan itu lebih dimaksudkan untuk memberikan pedoman dasar agar umat tidak terjebak dalam pemahaman yang keliru.
Menutup renungan, ia mengajak umat Islam untuk meyakini sifat wajib, mustahil, dan jaiz bagi Allah secara mantap tanpa keraguan. Keyakinan tersebut, katanya, menjadi fondasi dalam membangun keimanan yang kokoh. Siaran itu pun diakhiri dengan harapan agar pemahaman akidah semakin menguatkan spiritualitas umat di bulan suci.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....