Pemprov Salurkan Bantuan di PKM At-taqwa Wonorejo
- 25 Feb 2026 16:02 WIB
- Merauke
RRI. CO. ID, Merauke - Pengurus Kesejahteraan Masjid (PKM) At-taqwa Kampung Wonorejo Distrik Kurik Kabupaten Merauke, menerima bantuan dari Pemerintah Provinsi Papua Selatan sebesar 100 Juta untuk pembangunan Masjid. Selain itu juga diserahkan 500 Bingkisan paket sembako kepada masyarakat.
Penyerahan dilakukan langsung Gubernur Papua Selatan Apolo Safanpo didampingi Ketua DPRP Heribertus Silubun dan beberapa anggota dewan, Forkopimda dan pimpinan OPD dilingkup Pemerintah setempat, Rabu 25 Februari 2026.
Ratusan warga Distrik Kurik juga ikut memadati Masjid At Taqwa Wonorejo, dalam rangka mengikuti Safari Ramadan Pemerintah Provinsi Papua Selatan.
Dalam sambutannya, Gubernur Apolo menekankan bahwa Ramadan bukan sekadar menahan lapar dan haus, melainkan momentum mengendalikan diri dari berbagai sumber dosa.
“Dosa dari dalam tubuh keinginan daging. Dosa dari luar. Sehingga menimbulkan keinginan-keinginan yang berlebihan,” ujar Apolo.
Ia mengingatkan agar masyarakat mampu mengendalikan pandangan dan keinginan agar tidak terjebak dalam sikap memaksakan diri melebihi kemampuan.
“Kalau kita lihat tetangga punya motor, kita juga paksa keluarga kita, kita juga harus punya motor. Kita lihat tetangga kita punya televisi, kita juga harus punya. Kita memang sakamiri melebihi batas kemampuan kita,” katanya.
Menurutnya, keinginan berlebihan yang dipicu oleh faktor internal dan eksternal dapat melahirkan kesombongan hati.
“Kesombongan hati ini kita sering memegahkan diri, merasa diri kita lebih hebat dari orang lain. Kita punya ilmu yang lebih tinggi dari orang lain, kita punya kemampuan yang lebih hebat dari orang lain, kita punya hak yang lebih khanat dari orang lain. Membuat diri kita itu menjadi jauh dari sesama kita dan jauh dari Tuhan kita,” tegasnya.
Karena itu, selama bulan suci Ramadan, umat diminta memulihkan relasi dengan diri sendiri, sesama, dan Tuhan Yang Maha Kuasa.
“Oleh karena itu selama bulan suci, kita memulihkan hubungan dengan diri kita sendiri, hubungan dengan sesama kita dan hubungan dengan sang kalib dengan tiga cara,” ucapnya.
Ia menjelaskan, cara pertama dengan berpuasa sebagai bentuk pengendalian diri. Kedua, memperbaiki hubungan sosial. Ketiga, memperbanyak doa.
“Berbanyak doa, doa itu kita berkomunikasi dengan yang maha kuasa sambil berpastah diri dan mengakui bahwa kita ini tidak ada artinya di hadapan yang maha kuasa,” tuturnya.
Di tengah kondisi efisiensi anggaran yang juga berdampak hingga ke tingkat kampung, Apolo menegaskan pemerintah tetap berupaya hadir untuk masyarakat.
Ia juga memaparkan arah pembangunan wilayah Kurik dan sekitarnya, terutama setelah pusat pemerintahan Provinsi Papua Selatan berpindah ke Salor sejak awal tahun 2026.
“Pemerintahan sudah terpindah dengan kantor di Salor dan semua dinas juga sudah terkantor di Salor. Oleh karena itu kita harapkan Kurik dan sekitarnya dalam 5–10 tahun ke depan akan tumbuh, berkembang menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru, akan menjadi kota baru di sini,” jelasnya.
Untuk infrastruktur jalan, tahun ini pemerintah akan melanjutkan pembangunan dari SP9 hingga Bumbensin, dimulai pada Maret 2026. Selanjutnya ruas dari Wonorejo ke Pasar hingga Rawasari akan dilanjutkan, dengan target konektivitas hingga Kumbe dan Bian secara bertahap.
“Kita sama-sama doakan mudah-mudahan dengan hadirnya provinsi, pembangunan terus berjalan bersama-sama dengan pemerintah kabupaten dan pemerintah provinsi sehingga masyarakat dapat merasakan dampak kehadiran negara dan kehadiran pemerintah,” tutupnya.
Safari Ramadan di Kurik menjadi penegasan bahwa di tengah keterbatasan fiskal, pemerintah tetap berupaya memperkuat nilai spiritual sekaligus menghadirkan pembangunan yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....