Muhammad Khalimi : Menyadari Siapa Pemilik Skenario Hidup
- 23 Feb 2026 08:06 WIB
- Merauke
RRI.CO.ID, Merauke : Pro 1 RRI Merauke menyiarkan renungan berbuka puasa pada Jumat, 20 Februari 2026, dengan narasumber Muhammad Khalimi, S.Th.I., Lc. Ia mengangkat tema tauhid rububiyah sebagai kesadaran mendasar tentang siapa pemilik skenario hidup manusia.
Menurut Khalimi, perkembangan teknologi modern membuat manusia merasa serba mampu dan seolah menjadi pengendali penuh atas hidupnya. Ia menilai kemudahan digital tanpa disadari menumbuhkan sikap ananiyah atau keakuan yang kian kuat di tengah masyarakat.
Ia menjelaskan, Ramadhan hadir sebagai momentum reset spiritual agar manusia kembali menyadari keterbatasannya. Puasa, kata dia, menjadi pengingat paling nyata bahwa manusia tidak memiliki daya tanpa izin Allah SWT.
Mengutip Al-Qur’an Surah Al-‘Alaq ayat 6-8, Khalimi menegaskan bahwa manusia cenderung melampaui batas ketika merasa dirinya serba cukup. Menurutnya, sikap merasa cukup di era modern kerap tercermin dalam ketergantungan berlebihan pada data, logika materi, serta teknologi.
Ia juga mengingatkan hadis riwayat Imam Muslim tentang hakikat harta yang sejatinya hanya apa yang dimakan, dipakai, dan disedekahkan. Selebihnya, tutur dia, hanyalah titipan yang akan ditinggalkan.
Dalam kesempatan itu, Khalimi mengutip doa Rasulullah SAW yang diriwayatkan Imam Tirmidzi tentang hati yang berada dalam kendali Allah. Ia menekankan pentingnya kerendahan hati, termasuk dalam penggunaan teknologi digital.
Lebih lanjut, ia mengingatkan pandangan ulama tasawuf seperti Ibnu Atha'illah Al-Iskandari dalam Al-Hikam mengenai bahaya bersandar pada kemampuan diri sendiri. Ketika kegagalan datang, jelasnya, manusia mudah terpuruk karena merasa seluruh kendali ada di tangannya.
Khalimi juga mengutip pemikiran Al-Ghazali dalam Ihya Ulumuddin tentang tubuh sebagai titipan yang kelak akan kembali kepada pemiliknya. Ia mengajak pendengar untuk tidak terjebak membangun “istana kesombongan” di atas kefanaan dunia.
Menutup renungannya, Khalimi mengajak umat Islam menjadikan Ramadhan sebagai momentum melepaskan rasa memiliki yang berlebihan. Dengan menyadari bahwa hidup sepenuhnya milik Allah, ia meyakini musibah akan terasa ringan dan nikmat menjadi berkah.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....