KONI Papua Selatan Siapkan Atlet Menuju PON 2028

  • 13 Nov 2025 07:19 WIB
  •  Merauke

rri.co.id, Merauke: Sekretaris Umum Koni Papua Selatan, Ir. Jaya Ibnu Su'ud, S. T, menyebutkan penyelenggaraan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) merupakan bagian penting dari proses pembinaan atlet di daerah. Pernyataan tersebut ia sampaikan saat Dialog Interaktif RRI Merauke, Kamis (13/11/1025).

Sekretaris Umum Koni menjelaskan bahwa Porprov berperan sebagai ajang seleksi bagi atlet terbaik yang akan mewakili provinsi pada Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028 di Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur. Tahun ini, sebanyak 13 cabang olahraga dipertandingkan hasil dari koordinasi dan kesepakatan bersama seluruh pengurus provinsi cabang olahraga.

"Jadi 13 cabor yang kita tetapkan lewat koordinasi dan kesepakatan bersama dengan seluruh pengurus provinsi cabang olahraga, ini adalah salah satu bagian bagaimana kita melakukan seleksi untuk mengikuti pekan olahraga", ujarnya. Meski demikian, ia menegaskan bahwa atlet berprestasi dari cabang olahraga lain tetap memiliki kesempatan untuk direkrut dalam rangka persiapan Pra-PON tahun 2026–2027.

Ia menyebutkan selain berfungsi sebagai sarana pembinaan atlet, Porprov juga diharapkan membawa dampak positif bagi perekonomian daerah. Ia menjelaskan pihaknya telah merencanakan pelibatan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dalam pelaksanaan kegiatan ini.

"Kita sudah merencanakan untuk mengikut kesertakan melibatkan UMKM, jadi ada efek lain yang kita harap bahwa dengan event-event yang kita laksanakan ini bisa kemudian berdampak positif untuk minimal UMKM yang terlibat dalam kegiatan olahraga ini bisa punya nilai tambah" ucap sekretaris Koni. Ia menegaskan dengan adanya keterlibatan UMKM, Porprov tidak hanya menjadi ajang olahraga, tetapi juga momentum untuk menggerakkan ekonomi lokal dan memberi nilai tambah bagi masyarakat.

Ia menyoroti pentingnya pembentukan karakter sejak usia dini melalui kegiatan olahraga, generasi muda dapat belajar nilai-nilai kedisiplinan, sportivitas, tanggung jawab, serta menjaga kesehatan fisik dan mental. Ia berharap pembinaan olahraga tidak hanya berorientasi pada prestasi, tetapi juga pada pembentukan pribadi yang kuat dan berintegritas sejak usia sekolah hingga tingkat atlet berprestasi. (Rizya Amelia, Universitas Musamus)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....