Festival Kalimaro Ditutup, Pemprov Dorong Kolaborasi dan Pelestarian Budaya
- 05 Okt 2026 18:04 WIB
- Merauke
RRI. CO. ID, Merauke - Pemerintah Provinsi Papua Selatan mengapresiasi pelaksanaan Festival Kalimaro yang dinilai menjadi contoh kolaborasi antara pemerintah, gereja dan tokoh adat dalam mendorong pembangunan serta pelestarian budaya di wilayah Papua Selatan.
Apresiasi tersebut disampaikan Gubernur Papua Selatan Apolo Safanpo yang diwakili oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Paskalis Prayitno saat menghadiri dan menutup rangkaian Festival Kalimaro di Kabupaten Merauke, Senin 5 Oktober 2026.
Dalam sambutannya, Pemerintah Provinsi Papua Selatan menyampaikan terima kasih kepada panitia penyelenggara, inisiator kegiatan Pastor Andreas Panumbi, serta Direktur Yayasan Kalimaro Bangkit yang telah berupaya menyelenggarakan kegiatan tersebut.
Festival Kalimaro dinilai tidak hanya menjadi sebuah kegiatan budaya, tetapi juga bagian dari pembinaan generasi muda agar mampu mengembangkan berbagai kegiatan positif dan kreatif di daerah.
“Semua ini menjadi bagian dari pembinaan kaum muda di tempat ini dalam rangka mencapai kehidupan masa depan yang lebih baik. Tingkatkan terus bersama gereja, karena kami sebagai pemerintah pasti akan memberikan dukungan sesuai dengan kapasitas yang ada pada kami,” ujarnya.
Menurutnya, keberhasilan Festival Kalimaro menunjukkan pentingnya kolaborasi tiga unsur, yakni pemerintah, gereja dan masyarakat adat.
Kolaborasi tersebut dinilai perlu terus diperkuat dalam berbagai program pembangunan maupun pembinaan kemasyarakatan di Papua Selatan.
Ia meyakini keterlibatan masyarakat, agama dan adat secara bersama-sama akan mendukung keberhasilan berbagai program pembangunan di daerah.
Sementara itu, dari sisi ekonomi, pelaksanaan Festival Kalimaro yang berhasil menarik sekitar 12.500 pengunjung dinilai memberikan dampak positif bagi perkembangan ekonomi kreatif masyarakat setempat.
Selain mendorong aktivitas ekonomi, kegiatan tersebut juga dinilai memberikan dampak positif terhadap kehidupan sosial kemasyarakatan.
Namun demikian, Pemerintah Provinsi Papua Selatan menegaskan bahwa aspek yang paling penting dari pelaksanaan festival adalah pelestarian budaya.
Pemprov Papua Selatan berkomitmen untuk terus melestarikan budaya yang ada di empat kabupaten cakupan wilayah Papua Selatan, termasuk budaya masyarakat Marind di Kabupaten Merauke.
“Yang lebih penting adalah konsentrasi kami pada pelestarian budaya. Pemerintah Provinsi Papua Selatan akan terus melestarikan budaya-budaya yang ada di empat kabupaten, salah satunya budaya dari saudara-saudara kita suku Marind,” ucapnya.
Ia menambahkan, Pemprov Papua Selatan juga tengah mendukung pelaksanaan festival budaya lainnya, termasuk Festival Lima Rajatifa yang direncanakan berlangsung pada bulan berikutnya.
Menurutnya, berbagai festival budaya harus terus dikembangkan melalui kolaborasi agar masyarakat Papua Selatan tidak kehilangan jati diri dan identitas budayanya.
Ia berharap pelaksanaan Festival Kalimaro dapat terus ditingkatkan dari tahun ke tahun dan menjadi inspirasi bagi penyelenggaraan berbagai event budaya lainnya di Papua Selatan.
“Kiranya semua proses ini bisa berlanjut ke depan dan terus kita tingkatkan, sehingga event-event lain maupun event yang sama dapat semakin meningkat tingkat keberhasilannya,” ujar Paskalis.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....