Jejak Pengabdian Bidan di Pedalaman
- 05 Mei 2026 12:38 WIB
- Merauke
RRI.CO.ID,Merauke :ketua Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Papua Selatan, Iriani Winoto Gebze, mengungkapkan awal ketertarikannya menjadi bidan berangkat dari pengalaman masa kecil bersama sang ibu yang berprofesi sebagai perawat di wilayah pedalaman daerah distrik okaba.
Iriani Winoto Gebze Ketua Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Papua Selatan Iriani mengatakan sejak kecil, ia kerap mengikuti ibunya bertugas hingga ke kampung-kampung dengan fasilitas terbatas. Pengalaman tersebut membentuk panggilan hati untuk mengabdikan diri dalam pelayanan kesehatan, khususnya kebidanan.
“Saya tertarik menjadi bidan karena sering ikut mama yang bertugas sebagai perawat di pedalaman. Dari situ saya melihat langsung bagaimana melayani ibu hamil dan bayi, dan itu menjadi panggilan hati saya.”Ujar Iriani dalam obrolan di RRI .
Setelah menyelesaikan pendidikan SMP pada 1992, Iriani mengikuti program pendidikan bidan desa di jayapura bersama puluhan peserta lainnya. Pendidikan tersebut berlangsung selama tiga tahun dan menghasilkan lulusan Diploma 1 kebidanan.
Usai menyelesaikan pendidikan pada 1996, ia kembali ke daerah dan langsung ditugaskan melayani masyarakat di wilayah pedalaman. Saat itu, tenaga kesehatan masih sangat terbatas sehingga bidan harus menjalankan berbagai peran sekaligus.
Dalam momentum peringatan Hari Bidan Internasional yang jatuh setiap 5 Mei, ia menekankan pentingnya peran bidan dalam menjaga kesehatan ibu dan anak, terutama di daerah terpencil dengan keterbatasan sarana dan prasarana.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....