Pentingnya Menjaga Kesehatan Anak sejak Balita

  • 08 Apr 2026 08:32 WIB
  •  Merauke

RRI.CO.ID, Merauke: Hari Anak Balita Nasional diperingati setiap tanggal 8 April, yang dicanangkan oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) sebagai upaya untuk meningkatkan perhatian terhadap kesehatan dan perkembangan balita di seluruh Indonesia.

Peringatan nasional ini juga bertujuan untuk mengkampanyekan pentingnya memantau pertumbuhan dan perkembangan balita secara berkala, yang menjadi bagian penting dari upaya meningkatkan perhatian terhadap kesehatan anak di Indonesia.

Dengan adanya perhatian lebih terhadap kesehatan dan perkembangan balita, diharapkan dapat menciptakan generasi yang lebih sehat dan berkualitas di masa depan. Adapun beberapa cara yang bisa dilakukan untuk menjaga kesehatan anak balita yakni :

1. Penuhi kebutuhan gizi seimbang sesuai usia

2. Lakukan stimulasi perkembangan

3. Penuhi layanan kesehatannya, berikan imunisasi, vitamin A, dan obat cacing sesuai usia

4. Pantau pertumbuhan dan perkembangannya secara teratur.

Dikutip dari unitkesehatan.ipb.ac.id, salah satu hal yang bisa dilakukan dalam menjaga kesehatan dan keselamatan anak balita adalah dengan menepati jadwal pemberian imunisasi. Imunisasi adalah suatu upaya untuk menimbulkan /meningkatkan kekebalan seseorang secara aktif terhadap suatu penyakit sehingga bila suatu saat terpajan dengan penyakit tersebut tidak akan sakit atau hanya mengalami sakit ringan. Penyakit tersebut dikenal sebagai Penyakit-penyakit yang Dapat Dicegah Dengan Imunisasi (PD3I). Penting untuk memenuhi jadwal imunisasi agar anggota keluarga terhindar dari penyakit berbahaya.

Pemberian vaksin, baik untuk anak-anak maupun untuk dewasa, adalah cara pencegahan penyakit yang umum dilakukan. Vaksin yang mengandung virus atau bakteri yang telah dilemahkan, atau protein mirip bakteri yang diperoleh dari pengembangan di laboratorium, bekerja mencegah penyakit dengan cara menimbulkan reaksi imunitas tubuh dan mempersiapkan tubuh untuk melawan serangan infeksi di kemudian hari.

Imunisasi pada umumnya aman diberikan. Namun, seperti juga obat-obatan lain, vaksin pun berpotensi menimbulkan efek samping. Meski demikian, efek samping imunisasi mengakibatkan risiko yang lebih kecil jika dibandingkan risiko penyakit yang bisa muncul akibat tidak menjalani imunisasi. Efek samping yang paling umum terjadi setelah diimunisasi antara lain adalah demam ringan, kemerahan, dan bengkak pada area yang disuntik, dan alergi. Umumnya kondisi-kondisi ini dapat reda dengan sendirinya. Namun tetap penting bagi orang tua untuk menginformasikan pada dokter jika anak memiliki alergi terhadap kandungan tertentu di dalam vaksin.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....