Kasus HIV Merauke Meningkat Tajam 2025

  • 25 Nov 2025 06:54 WIB
  •  Merauke

rri.co.id, Merauke : Kasus HIV di kabupaten merauke menunjukkan tren peningkatan signifikan sepanjang tahun 2025. Menurut APT Yohanes Wahyu Waluyo, S.SI., M.FARM, Kepala Pusat Penanggulangan HIV dan IMS, kasus HIV pertama kali ditemukan 1992 oleh seorang nelayan asal Thailand, dan sejak itu terus mengalami kenaikan. Ia menjelaskan bahwa penurunan sempat terjadi pada masa pandemi Covid-19 tahun 2021, namun beberapa tahun terakhir kembali melonjak cukup tajam.

Yohanes Waluyo menjelaskan sepanjang januari hingga September 2025 tercatat 152 kasus baru. Kelompok usia yang paling banyak terinfeksi berada pada rentang 15–39 tahun, yang merupakan usia produktif. Meski demikian, kasus pada pelajar, orang tua, dan bahkan anak di bawah usia produktif juga ditemukan. Ditinjau dari aspek suku dan agama, seluruh kelompok masyarakat terdampak.

Ia mengatakan dari segi pekerjaan, penyebaran HIV merata di hampir seluruh bidang profesi namun kategori swasta tercatat paling banyak dengan 39 kasus. Menyusul kemudian kelompok yang tidak bekerja sebanyak 30 kasus, ibu rumah tangga 29 kasus, PNS 15 kasus, mahasiswa 11 kasus, dan pelajar 6 kasus, serta beberapa kasus dari anggota TNI. Data tersebut menunjukkan bahwa penyebaran HIV tidak mengenal batas profesi maupun latar belakang sosial.

“Lebih dari 95 persen penularan berasal dari hubungan seksual untuk itu kita wajib hindari dan mengingatkan keluarga ”ujar Yohanes Waluyo saat dialog di RRI selasa (25/11/2025)

Terkait pola penularan, Yohanes Waluyo menegaskan bahwa lebih dari 95% kasus ditularkan melalui hubungan seksual. Selain itu penularan pada ibu hamil dan kasus-kasus yang terdeteksi melalui pemeriksaan penyakit penyerta seperti TBC juga masih ditemukan. Ia menambahkan bahwa meningkatnya temuan kasus tahun ini turut dipengaruhi oleh program pemeriksaan kesehatan gratis yang dilakukan oleh berbagai puskesmas.

Yohanes Waluyo menegaskan bahwa pada tahun 2025, Puskesmas di merauke secara aktif melaksanakan program cek kesehatan gratis, termasuk skrining HIV untuk calon pengantin, ibu hamil, mahasiswa, dan kelompok masyarakat lainnya. Pemeriksaan jemput bola ke perusahaan juga dilakukan, meski belum dapat menjangkau seluruh instansi karena keterbatasan tenaga. Upaya penyuluhan pun terus digencarkan di sekolah, kampus, instansi pemerintah, dan sektor swasta sebagai bagian dari pencegahan berkelanjutan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....