Revisi Istilah “Darah Manis”, Ini Penjelasannya
- 24 Okt 2025 13:10 WIB
- Merauke
KBRN, Merauke : Pemahaman keliru masyarakat tentang istilah "darah manis" atau "kencing manis" masih kerap ditemukan dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini disampaikan oleh dr. I Putu Oka, Sp.PD, Dokter Spesialis Penyakit Dalam, dalam Dialog RRI Merauke pada Senin, (23/10/2025).
“Sering kali pasien bilang saat buang air kecil dikerubungi semut, lalu menyimpulkan dirinya kena darah manis,” ujar dr. Oka. Ia menegaskan bahwa keberadaan gula dalam urin belum tentu langsung menandakan diabetes melitus.
Ia menjelaskan bahwa kadar glukosa tinggi dalam tubuh memang bisa keluar melalui urin, namun butuh pemeriksaan lanjutan untuk memastikannya. Pemeriksaan gula darah menjadi acuan utama dalam menegakkan diagnosis.
“Sebutan darah manis atau kencing manis perlu direvisi karena dapat menimbulkan salah tafsir,” ungkapnya. Menurut dr. Oka, istilah yang tepat adalah diabetes melitus agar tidak menyesatkan pemahaman masyarakat.
Ia menambahkan bahwa gula dalam konteks medis bukan berarti gula pasir, melainkan kadar glukosa dalam darah. Jika angkanya sudah melebihi 200, maka perlu diwaspadai dan diperiksa secara medis. (Cut Acmer Dhara Vona, Universitas Musamus)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....