Hipertensi Mengintai, Lifestyle Buruk Jadi Pemicu Utama
- 29 Sep 2025 13:41 WIB
- Merauke
KBRN, Merauke: Perubahan gaya hidup atau Lifestyle dinilai menjadi salah satu faktor utama meningkatnya kasus penyakit jantung di masyarakat. Hal ini disampaikan oleh Dokter Penyakit Dalam RSUD Merauke, dr. Takwir Dainur, Sp.PD, dalam Dialog Interaktif RRI Merauke, pada Senin (29/9/2025).
Menurutnya, pola hidup masyarakat modern semakin mengarah ke kebiasaan yang tidak sehat, seperti konsumsi makanan cepat saji yang tinggi kandungan natriumnya. Seperti fast food yang memiliki kadar garam sangat tinggi, sehingga berisiko meningkatkan hipertensi yang berujung pada penyakit jantung.
Untuk mencegah risiko tersebut, masyarakat dianjurkan menerapkan pola hidup sehat, antara lain membatasi konsumsi garam. Batas konsumsi garam yang dianjurkan kurang dari 2 gram per hari, atau sekitar setengah hingga sepertiga sendok teh. “Jadi kalau bisa ya dikurangi kalau sudah hipertensi sudah dapat penyakit jantung ya dikurangi garamlah paling tidak stengah atau sepertiga sendok teh", ujarnya.
Selain itu, olahraga rutin juga menjadi kunci menjaga kesehatan jantung. Aktivitas fisik ringan dianjurkan setidaknya 150 menit per minggu atau 30 menit per hari selama lima kali dalam seminggu.
Menurut dr. Takwir, langkah pencegahan lain adalah dengan mengurangi rokok, membatasi konsumsi alkohol yang bisa merusak hati dan ginjal, serta menjaga berat badan ideal. “Kemudian Kontrol berat badan, turunkan berat badan lingkar pinggang, kalau laki-laki usahakan kurang dari 90, perempuan kurang dari 80", ucap dr. Takwir
Dengan penerapan gaya hidup sehat tersebut, risiko terkena hipertensi maupun penyakit jantung dapat ditekan sehingga masyarakat bisa terhindar dari komplikasi serius yang berakibat fatal. Selain itu, dokter Takwir menekankan kesadaran masyarakat untuk lebih bijak memilih makanan dan rajin berolahraga menjadi langkah nyata mencegah hipertensi sejak dini.
(Rizya Amelia, Universitas Musamus)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....