Tanggal 4 Juni Hari Keju Sedunia, Ketahui Manfaatnya
- 04 Jun 2025 07:40 WIB
- Merauke
KBRN, Merauke : Setiap tanggal 4 Juni diperingati sebagai Hari Keju Sedunia atau World Cheese Day. Peringatan ini dirayakan untuk menghargai kelezatan dan keberagaman keju dari berbagai belahan dunia.
Meskipun tidak ditetapkan secara resmi oleh Badan Internasional, Hari Keju Sedunia menjadi momen bagi para pecinta keju untuk lebih mengenal manfaatnya dibalik makanan fermentasi yang diolah dari susu, garam, kultur bakteri, dan enzim rennet.
Berikut manfaat kesehatan dari Keju yang dikutib dari halaman halodoc.com :
- Menguatkan Tulang. Kandungan kalsium, protein, magnesium, seng, vitamin A, D dan K dari keju dapat membantu perkembangan tulang yang sehat pada anak-anak maupun orang dewasa. Karena itu, konsumsi keju secara rutin dalam porsi yang moderat membuat makanan ini mampu mencegah pengeroposan tulang alias osteoporosis.
- Meningkatkan Kesehatan Gigi. Tak cuma bermanfaat untuk tulang, nyatanya kalsium juga berperan penting dalam pembentukan dan pemeliharaan gigi. Nah, sebagai salah satu sumber kalsium yang baik, mengonsumsi keju dapat meningkatkan pH gigi. Hal ini dapat membantu mengurangi risiko gigi berlubang.
- Menjaga Tekanan Darah. Selain mampu menguatkan tulang dan gigi, keju juga dapat membantu menurunkan tekanan darah. Namun, tidak semua keju dapat memberikan manfaat ini. Hanya keju rendah lemak dan sodium yang menjadi rekomendasi. Beberapa contoh keju yang rendah lemak adalah cottage, keju ricotta, parmesan dan feta.
- Menjaga Kesehatan Jantung. Salah satu studi yang terbit dalam The Lancet melibatkan lebih dari 136.000 orang dari 21 negara. Setelah masa tindak lanjut yang berlangsung rata-rata sembilan tahun, para peneliti menemukan bahwa orang dewasa yang mengonsumsi dua porsi produk susu atau lebih setiap harinya memiliki risiko penyakit jantung 22 persen lebih rendah. Mereka juga memiliki risiko stroke 34 persen lebih rendah dan 23 persen risiko kematian terkait jantung lebih rendah. Studi observasional seperti ini tidak dapat membuktikan sebab dan akibat. Namun makanan berbahan dasar susu mengandung vitamin D dan K, kalsium, dan nutrisi lain yang dianggap baik untuk kesehatan jantung. Temuan ini mendukung manfaat semua jenis produk susu, termasuk versi penuh lemak. Namun pedoman saat ini tetap merekomendasikan susu, yogurt, dan keju tanpa lemak atau rendah lemak, yang mengandung lebih sedikit kalori dan lebih sedikit lemak jenuh. Seperti halnya keju, cokelat juga baik untuk kesehatan jantung.
- Menyehatkan Pencernaan. Sebagai makanan sehat berfermentasi, produk olahan ini dapat membantu meningkatkan bakteri usus yang sehat. Peningkatan bakteri baik di dalam usus tentunya dapat melancarkan pencernaan dan mencegah sembelit.
- Mencegah Peradangan. Lemak susu dalam keju mengandung asam linoleat terkonjugasi. Asam ini dapat membantu meredakan peradangan. Tak hanya itu, senyawa yang memiliki nama conjugated linoleic acid (CLA) ini juga dapat membantu mencegah penyakit jantung dan obesitas.
- Sumber Protein Tinggi. Menurut salah satu jurnal ilmiah yang terbit dalam The Journal of Nutrition, keju merupakan sumber protein yang sangat baik. Tubuh membutuhkan protein untuk pembentukan, pengaturan, perbaikan, dan perlindungan. Tanpa asupan protein yang tepat, kamu berisiko mengalami retensi cairan dan penyusutan jaringan otot. Konsumsi protein meningkatkan tingkat sintesis protein otot
- Meningkatkan Imun Tubuh. Keju mengandung bakteri probiotik, dapat membantu meningkatkan sistem kekebalan tubuh dan mencegah imunosenesens. Adapun, imunosenesens adalah kondisi penurunan imun tubuh akibat pertambahan usia. Probiotik mirip dengan bakteri dalam usus manusia, tempat sebagian besar sistem kekebalan tubuh berada. Kekebalan tubuh alami pada lansia dapat meningkat dengan memberikan asupan probiotik, salah satunya keju.
- Meningkatkan Massa Tahan Tubuh Tanpa Lemak. Kaya akan asam lemak esensial, seperti CLA membuat produk ini juga baik untuk kesehatan. Pasalnya, senyawa ini dapat mengaktifkan mekanisme pertahanan alami. Hal tersebut dapat mencegah beberapa gangguan kesehatan. Misalnya seperti menghambat perkembangan aterosklerosis, mendukung metabolisme tubuh, sekaligus meningkatkan massa tubuh tanpa lemak.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....