Kabut Asap Ganggu Penerbangan, Bupati Asmat Khawatir Ganggu Festival Asmat Pokman

  • 07 Okt 2026 05:22 WIB
  •  Merauke

‎RRI.CO.ID Asmat - Bupati Asmat Thomas Eppe Safanpo menyoroti dampak kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang mulai mengganggu aktivitas penerbangan serta berpotensi mempengaruhi pelaksanaan Festival Asmat Pokman (FAP) ke-38.

‎‎Hal tersebut disampaikan Bupati Thomas saat melakukan pertemuan bersama para pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Aula Kantor Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Asmat, Selasa 6 Oktober 2026.

‎Menurut Thomas, kabut asap yang cukup pekat telah menyebabkan jarak pandang penerbangan menurun. Kondisi tersebut berdampak terhadap kedatangan sejumlah tamu dan peserta Festival Asmat Pokman yang dijadwalkan hadir di Kabupaten Asmat.

‎Ia menyebutkan, sejumlah tamu saat ini masih tertahan di Mimika karena pesawat belum dapat melakukan pendaratan akibat kondisi cuaca dan kabut asap.

‎“Banyak tamu-tamu akhirnya juga tertunda dan menumpuk di Mimika. Kita berharap ini bisa segera teratasi, terutama di Papua Selatan (Merauke, red), karena sumber pembakaran hutan itu terjadi di sana,” ujar Thomas.

Bupati juga mengungkapkan bahwa pada Minggu dan Senin sebelumnya, maskapai Wings Air harus melakukan dua kali penerbangan untuk mengangkut penumpang akibat adanya penumpukan penumpang yang dipengaruhi kondisi kabut asap.

‎“Jarak pandang yang sangat pendek dan itu mengganggu keselamatan penerbangan. Ini yang mungkin nanti akan mempengaruhi pelaksanaan festival ini secara keseluruhan,” katanya.

‎‎Thomas mengkhawatirkan apabila kondisi kabut asap berlangsung dalam waktu lama, gangguan penerbangan akan semakin besar. Hal itu dikhawatirkan berdampak pada kehadiran tamu, peserta, maupun pihak-pihak yang akan mengikuti rangkaian Festival Asmat Pokman ke-38.

‎“Kalau kabut asap ini berlangsung lama dan penerbangan terus terganggu, pastinya akan banyak tamu yang batal datang ke Asmat untuk mengikuti festival,” jelasnya.

Selain mengganggu aktivitas penerbangan, Pemerintah Kabupaten Asmat juga mulai menyiapkan langkah antisipasi terhadap dampak kesehatan akibat paparan kabut asap.

‎Bupati Thomas meminta jajaran kesehatan untuk mempersiapkan tim yang nantinya dapat menangani masyarakat maupun peserta festival apabila terjadi gangguan kesehatan, khususnya Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).

‎‎“Kita segera siapkan dalam waktu dekat tim kesehatannya, terutama untuk mengantisipasi kemungkinan timbulnya ISPA. Infeksi saluran pernapasan ini akibat dari asap kabut yang begitu pekat,” ujarnya.

‎Ia mengatakan, Pemkab Asmat akan segera berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan serta RSUD Perpetua J. Safanpo untuk menyiapkan langkah-langkah penanganan dan antisipasi.

‎‎“Nanti kita segera koordinasi dengan Kepala Dinas Kesehatan dan teman-teman di RSUD Perpetua J. Safanpo untuk siapkan tim,” pungkasnya.

‎Festival Asmat Pokman ke-38 dijadwalkan berlangsung pada 7–10 Oktober 2026 di Lapangan Yos Sudarso, Agats, Kabupaten Asmat, Papua Selatan. Kondisi kabut asap menjadi salah satu perhatian pemerintah daerah agar seluruh rangkaian festival dapat tetap berlangsung dengan aman dan lancar.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....