Main Musik dari Hati, Bukan Sekadar Teknik

  • 29 Jul 2025 07:39 WIB
  •  Merauke

KBRN,Merauke: Kecintaan terhadap musik ternyata bisa tumbuh dari hal yang tak terduga. Paulus Imanuel Rosely, pemain bass dari grup musik rohani Billy n Family, mengaku awalnya tidak menyukai musik gereja. Namun, sebuah momen tak terduga mengubah segalanya.

“Waktu itu pemain bass berhalangan hadir, dan saya langsung ditodong sama Bapak Pendeta. Akhirnya saya main. Dari situ mulai sering main-main,” cerita Paulus saat mengisi acara live musik di rri merauke.Selain itu berprofesi sebagai ASN di Dinas PUPR Kabupaten Merauke.

Meski awalnya hanya bermodal kemampuan dasar dan memainkan bass dengan jempol, Paulus terus mengembangkan diri hingga kini menjadi salah satu basis andalan dalam pelayanan musik gereja maupun di berbagai kegiatan .

Ia menekankan pentingnya bermain musik dari hati, bukan sekadar mengandalkan teknik. “Kalau untuk teknik, banyak yang jago. tapi yang main dengan hati itu tidak banyak. Basis itu lebih ke rasa. kita nikmati dulu, baru orang lain bisa ikut menikmati,” ujarnya.

Menurut Paulus, teknologi masa kini juga sangat membantu proses pelayanan musik, khususnya di daerah-daerah yang kekurangan sumber daya manusia. Ia melihat teknologi bukan sebagai ancaman, melainkan sebagai alat bantu yang harus digunakan dengan bijak.

Baca Juga : Musik Jadi Warisan Keluarga Billy N Family

“Teknologi sangat membantu. Tapi kita harus pintar-pintar memakainya agar musik yang dimainkan manusia tetap hidup. jangan sampai kalah keren sama teknologi,”

Untuk generasi muda Papua Selatan, khususnya merauke, Paulus menyampaikan harapan agar mereka memanfaatkan teknologi dengan bijak untuk belajar dan berkembang, terutama di bidang musik.

“Gunakan teknologi seperti youtube atau tiktok untuk hal-hal positif. Kalau hal yang negatif menguasai kita, ya kita hancur. Tapi kalau yang positif, kita bisa punya nilai lebih,” pesannya.

Dalam bermain bass, Paulus mengaku terinspirasi dari dua musisi luar negeri, yakni John Patitucci dan Bryan Bromberg. namun, ia menegaskan, teknik saja tak cukup.

Rekomendasi Berita