Mengenal Kota Agats Papua Selatan Yang Bebas Polusi
- 19 Nov 2025 09:47 WIB
- Merauke
RRI.CO.ID Merauke : Kota Agats merupakan ibu Kota Kabupaten Asmat di Provinsi Papua Selatan. Kota Agats sering juga disebut dengan julukan kota Papan karena awalnya sebagian besar bangunan dan infrastruktur kota seperti jalan dibangun dengan menggunakan papan kayu diatas tanah rawah atau berlumpur.
Seiring perkembangan pembangunannya maka kabupaten Asmat yang dimekarkan berdasarkan Undang-Undang nomor 26 tahun 2022 dan terpisa dari Kabupaten Merauke itu terus berbenah. Ruas jalan utama yang sebelumnya dibangun dengan konstruksi kayu, kini telah diubah dengan kontruksi beton bertulang.
Saat didatangi reporter senior RRI Merauke Jack Resubun di Agats pada Rabu, 12/11/2025 , Bupati Asmat Tomas Safanpo bercerita bahwa peralihan konstruksi ini dimulai sejak bupati bertama bapak Yuven Biakai dan selanjutnya diteruskan lagi oleh Bupati beriukutnya Bapak Elisa Kambu yang kini menjabat Gubernur Papua Barat Daya, maka di era saya ( Tomas Safanpo) selaku Bupati Asmat periode 2024 – 2029 juga akan melanjutkan Pembangunan infrastruktur dengan konstruksi beton bertulang.
Ini menunjukan bahwa Pembangunan di Kabupaten Asmat bersifat berkerlanjutan, artinya apa yang dikerjakan bupati ( Pemerintahan ) sebelumnya yang bersifat untuk kepentingan publik maka perlu dilanjutkan oleh kepala daerah berikutnya.
Pengunaan Moda Transportasi Bebas Polusi :
Geografis kota Agats yang mengharuskan Pembangunan infratsruktur termasuk jalan dan jembatan diatas tanah rawah juga memiliki dampak positif sehingga Masyarakat di kota Agats menggunakan motor Listrik sebagai sarana transportasi dalam kota Agats.
Pengamatan reporter RRI Merauke selama berada di kota Agats menunjukan adanya perilaku bebas polusi yang terjadi secara alamia karena penggunaan motor Listrik sebagai sarana transportasi utama. Selain digunakan Masyarakat umum, apparat pemerintah termasuk kepala Dinas hingga kepala daerah juga menggunakan motor Listrik.
Penggunaan motor Listrik itu membuat udara di kota Agats tampak bersih terutama saat pagi hari. “ Kami ( Tim RRI Merauke) selama 4 (empat ) hari di Agats merasakan udara segar saat jalan pagi di Kawasan hotel Asmat Permai, “ Ucap Kepala RRI Merauke Jack Resubun.
“ Kondisi kami ( Masyarakat Agats ) memang seperti ini, bahwa kami menggunakan motor Listrik sebagai sarana transportasi itu suda sesuai dengan kondisi di Agats, selain mengurangi polusi, juga tidak terjadi kebisingan akibat kerasnya bunyi kendaraan,” sebut Bupati Asmat.
“ Kami bersyukur bahwa Tuhan memberikan alam seperti ini sehingga kami (Pemkab Asmat) membangun daerah ini dengan prinsip ramah lingkungan,” Ujar Bupati.
/zydcngumxjiefgx.jpeg)
Salah satu pengendara motor listrik di Kota Agats. Foto : (RRI/Jack.)
Peralihan Konstruksi Kayu Menjadi Beton Bertulang :
Pembangungan jalan jembatan di Kabupaten Asmat khususnya di kota Agats merupakan pilihan tepat oleh Pemerintah setempat. Selain Pembangunan dengan konsep modern, juga mencegah kerusakan hutan di Kabupaten Asmat.
“ Bayangkan saja jika kami gunakan kayu maka hanya menunggu kapan hutan asmat akan gunddul karena setiap tahun kebutuhan kayu dalam jumlah yang sangat besar untuk Pembangunan infrastruktur baik yang dilakukan pemerintaah maupun Masyarakat umum,” jelas Bupati Tomas Safanpo.
Maka dengan memperimbangkan semua aspek sebut Bupati Tomas Safanpo, Pembangunan jalan dan jembatan di Kabupaten Asmat menggunakan material beton bertulang. Bahkan pada ruas jalan dan jembatan tertentu juga difungsikan sebagai lintasan olah raga dengan system dua jalur.
Pola Pembangunan di Agats saat ini menjadi pilihan utama sehingga kedepan kota Agats lebih ramah lingkungan dengan keunikan tersendiri yang tidak ditemukan di daerah lain dan ini bisa menarik wisatawan untuk berkunjung di Kota Agats Kabupaten Asmat.