Seratus Dua Puluh Cahaya untuk Lembaran Suci

  • 30 Sep 2025 10:33 WIB
  •  Merauke

KBRN, Merauke : Di sebuah sudut tenang di Merauke, di mana kicau burung bersahutan dengan lantunan ayat-ayat suci, langkah Kasat Binmas Polres Merauke, IPTU Bactiar Syarief, bukanlah langkah seorang petugas. Hari itu, ia adalah seorang sahabat, seorang tamu yang membawa oleh-oleh paling berharga: seratus dua puluh mushaf Al-Qur'an.

Pintu Pondok Pesantren Darul Mukhlashin Riyadhul Jannah terbuka, bukan untuk sebuah inspeksi, melainkan untuk sebuah silaturahmi. Door to Door System (DDS) yang diterjemahkan bukan sebagai sistem, tetapi sebagai kehangatan kunjungan dari pintu ke pintu, dari hati ke hati. Di tangan Ust. H. Abdul Qorib, mushaf-mushaf itu diterima dengan senyum yang lebih fasih berbicara daripada ribuan kata.

Setiap lembaran yang disampul rapi itu bukanlah sekadar kertas dan tinta. Ia adalah jendela ilmu, sahabat bagi para santri yang haus akan petunjuk, dan penerang dalam kegelapan. Pemberian wakaf ini adalah sebuah bisikan halus dari Polri, menyatakan bahwa di antara tugasnya menjaga keamanan, ada juga ruang untuk merawat jiwa, untuk menyuburkan benih-benih iman yang akan tumbuh menjadi pohon akhlak yang kokoh.

Ucapan terima kasih dari pengasuh pesantren adalah sebuah pengakuan. Sebuah pengakuan bahwa pelindung masyarakat itu juga hadir sebagai pengayom yang memahami bahwa keamanan tidak hanya diukur dari absennya kejahatan, tetapi juga dari hadirnya ketenangan batin.

"Kegiatan DDS seperti ini akan terus ditingkatkan," ujar IPTU Bactiar Syarief. Kata-katanya adalah sebuah janji. Janji bahwa hubungan ini bukanlah proyek satu hari, melainkan sebuah ikrar kemitraan jangka panjang. Polres Merauke ingin menjadi bagian dari denyut nadi kehidupan masyarakat, termasuk dalam ritme ibadah dan semangat menuntut ilmu di pesantren.

Pada akhirnya, di bawah langit Merauke yang sama, polisi dan para penjaga agama duduk bersama. Mereka bersimpuh di jalan yang sama: jalan menuju masyarakat yang tidak hanya tertib secara hukum, tetapi juga tenteram secara rohani. Dan seratus dua puluh cahaya itu telah dinyalakan, siap menerangi langkah-langkah itu, menuliskan sebuah persaudaraan baru di antara lembaran-lembaran suci.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....