Dari Rembet Hutan, Kopi dan Kasuari Bersatu

  • 27 Sep 2025 13:25 WIB
  •  Merauke

KBRN, Merauke : Di jantung Merauke, di mana hutan masih menyimpan misteri, sebuah cerita unik lahir dari perpaduan dua kekayaan alam: biji kopi terpilih dan burung kasuari yang perkasa. Aditya Pratama Putra, seorang pegiat kopi lokal, tidak sekadar meluncurkan sebuah produk. Ia meluncurkan sebuah narasi—sebuah brand yang ia beri nama “Kopi Kasuari”. Ceritanya dimulai ketika biji kopi pilihan dari kebun-kebun terpencil di Jagebob dan Muting menemui jalan tak biasa: melalui pencernaan burung endemik Papua yang langka itu.

“Terkait harga kopinya, melalui diskusi dengan beberapa pegiat kopi di sini, mentor, serta tokoh masyarakat, rupanya harga produk sangat berpengaruh,” ujar Aditya. Dan pengaruh itu datang dari sebuah proses yang sakral dan eksklusif. Burung kasuari, sang penjelajah hutan, memilih dan memakan buah kopi terbaik. Dalam perjalanannya melalui sistem pencernaan sang burung, biji kopi mengalami fermentasi alami yang konon memberikan karakter rasa yang unik dan kompleks. Sebuah kemewahan alam yang tidak bisa direkayasa.

Dengan membandingkan harga kopi luwak dan kopi gajah, Aditya dan kawan-kawannya akhirnya menetapkan harga yang pantas untuk karya langka ini: 4 hingga 5 juta rupiah per kilogram. Namun, angka itu bukanlah sekadar label harga. Ia adalah sebuah janji. Setiap cangkir Kopi Kasuari yang dinikmati akan menjadi sumbangan untuk kelangsungan hidup sang burung itu sendiri. Pendapatannya dialokasikan untuk konservasi kasuari—mulai dari kandang yang lebih layak, pakan yang berkualitas, hingga menunjang kesejahteraan para petani kopi di Merauke.

Dan di sinilah filosofinya berlabuh: meskipun permintaan dari luar Merauke mungkin tinggi, Aditya dengan tegas menyatakan tidak akan melakukan produksi massal. Kelangkaan burung kasuari dan buah kopi yang terbatas adalah sebuah amanah yang harus dijaga. Kopi Kasuari hadir bukan untuk membanjiri pasar, tetapi untuk menjadi simbol harmoni. Sebuah simbol bahwa pembangunan ekonomi dan pelestarian lingkungan bisa berjalan beriringan. Setiap tegukan kopi ini adalah cerita tentang Merauke yang sebenarnya—sebuah tempat di mana kemajuan tidak harus mengorbankan warisan alamnya yang paling berharga.


google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....