Bersepeda untuk Nusantara, Bersatu untuk Papua

  • 27 Sep 2025 13:12 WIB
  •  Merauke

KBRN, Merauke : Fajar di Lapangan Mandala, Merauke, Sabtu itu, tidak hanya menyingsing untuk mentari. Ia menyingsing untuk semangat kebersamaan. Langit pagi yang jingga disambut oleh riuh rendah ratusan peserta yang berkumpul, dengan sepeda tua yang berdecit dan sepatu yang siap melangkah. Dalam semarak peringatan HUT ke-1 Batalyon yang lahir untuk membangun, Yonif TP 802/WMJ, Kasdam XXIV/MT Brigjen TNI Eventius Teddy Danarto membuka sebuah perayaan yang tidak tentang kemiliteran semata, tetapi tentang ikatan yang terjalin antara TNI dan rakyatnya.

Di antara barisan seragam hijau dan baju komunitas ontel, hadir pula wajah-wajah pemimpin daerah, dari Kapolres hingga kepala dinas. Mereka hadir bukan sebagai simbol birokrasi, tetapi sebagai bagian dari denyut nadi masyarakat Papua Selatan. Suara Pangdam XXIV/MT, yang dibacakan oleh Kasdam, menggema penuh makna: kehadiran Yonif TP 802/WMJ adalah sebuah janji. Janji untuk turun langsung membajak tanah harapan, menabur benih ketahanan pangan, dan menjadi motor penggerak dalam program-program strategis nasional di bumi Cenderawasih. Batalyon ini bukanlah pasukan yang berjarak, melainkan sahabat yang turun ke sawah, membangun bersama warga.

Kemudian, dengan semangan, ribuan langkah kaki dan putaran roda mulai bergerak. Mereka berjalan dan bersepeda santai, menyusuri rute yang telah ditentukan, bagai sebuah karnaval kebanggaan dan syukur. Setelahnya, lapangan pun bergoyang dengan senam bersama, mengisi udara dengan tawa dan keceriaan. Puncak kegembiraan adalah saat undian door prize dibacakan, dan Kasdam XXIV/MT dengan senyum lebar menyerahkan hadiah utama: satu unit sepeda motor kepada seorang peserta yang beruntung. Namun, hadiah yang sesungguhnya bukanlah benda itu. Hadiah terbesar adalah hangatnya kebersamaan yang terajut pagi itu, sebuah pesan tanpa suara bahwa pembangunan Papua Selatan yang berkelanjutan akan terwujud ketika TNI dan rakyat berjalan beriringan, bagai pesepeda dalam satu peloton yang sama, menuju satu garis finish: kemandirian dan kesejahteraan.


google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....