Lembu dan Lumbung Hening di Ujung Timur
- 27 Sep 2025 10:29 WIB
- Merauke
KBRN, Merauke : Di Distrik Kurik, Kabupaten Merauke, matahari terbit tidak hanya menyinari hamparan savana, tetapi juga sebuah kandang yang berdiri sendiri, terpencil jauh dari hiruk-pikuk permukiman warga. Di sanalah, sebuah tugas yang tak biasa dijalani oleh tangan-tangan yang biasanya memegang senjata dan kitab undang-undang. Mereka adalah personel Polsek Kurik, yang kini dengan telaten menyiapkan rumput dan menimba air untuk dua belas ekor sapi.
Ini bukan sekadar urusan mengisi perut ternak. Ini adalah sebuah laku, sebuah kesabaran yang ditanam untuk sebuah visi yang lebih besar: ketahanan pangan. Di bawah komando Kapolres Merauke, AKBP Leonardo Yoga, dan pimpinan langsung Kapolsek Kurik, AKP Elvis L. Palpialy, petak tanah ini telah berubah menjadi sebuah lumbung harapan. Setiap jerami yang diberikan adalah sebuah ayat dalam doa panjang untuk kemandirian, sebuah upaya konkret agar daging bergizi tidak lagi menjadi barang langka di tanah Papua Selatan.
Kandang yang sengaja dijauhkan dari warga bukanlah bentuk pengasingan, melainkan sebuah bentuk kepedulian. Sebuah komitmen untuk menjaga udara warga tetap bersih, dan lingkungan mereka terbebas dari segala bentuk polusi. Jarak itu justru menjadi ruang sakral di mana sebuah kerja sama yang tulus sedang dipupuk.
Namun, jalan menuju lumbung yang berkelimpahan tak pernah lepas dari onak dan duri. AKP Elvis L. Palpialy dengan jujur mengungkapkan denyut nadi perjuangan ini. "Ketersediaan air dan obat-obatan kerap menjadi ujian," ujarnya, sementara matahari Papua mulai meninggi. Lokasi kandang yang jauh dari markas polsek adalah sebuah pengorbanan logistik yang harus ditanggung setiap hari. Tapi, dalam kesunyian itu, tekad justru menemukan bunyinya yang paling nyaring. Personelnya tak pernah menyerah. Setiap tetes keringat yang jatuh di tanah kering adalah testament dari sebuah upaya maksimal—agar ternak-ternak itu tidak hanya sehat, tetapi juga dapat berkembang biak, melanjutkan siklus kehidupan yang mereka rawat dengan penuh hormat.
Kegiatan ini pun ditutup dengan sebuah harapan yang mengembang, lebih luas dari savana Merauke. Dukungan masyarakat setempat adalah pupuk yang dinantikan. Kerjasama ini bukan sekadar transaksi, melainkan sebuah jalinan. Sebuah pintu yang dibuka lebar untuk menciptakan peluang kerja baru dan, yang terpenting, merajut kembali benang-benang kepercayaan antara seragam dan warga.
Di ujung timur Indonesia, di balik kesibukan tugas kepolisian, ada sebuah narasi lain yang ditulis dengan pelan. Narasi tentang para penjaga yang juga menjadi perawat kehidupan. Mereka tidak hanya mengejar keamanan, tetapi juga memastikan bahwa perut-perut di sekelilingnya tidak keroncong karena kelaparan. Di Kurik, harapan itu tidak hanya tumbuh pada biji-bijian, tetapi juga pada deru napas dua belas ekor sapi, yang dirawat oleh tangan-tangan yang berjanji untuk melindungi dan mengabdi, dalam bentuknya yang paling hakiki.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....