Dari Merauke, Mimpi Mengepak ke Dunia
- 26 Sep 2025 09:41 WIB
- Merauke
KBRN, Merauke : Dari sebuah ruang di Merauke, gelombang digital terpancar, menyatukan 250 orang dengan satu tekad yang sama. Mereka adalah para pelaku UMKM, mahasiswa yang penuh ide, dan masyarakat biasa yang hatinya berdebar-debar oleh sebuah kata yang besar: eksportir. Webinar nasional "10 Langkah Mudah Menjadi Eksportir Pemula" yang digelar Karantina Papua Selatan pada hari itu, lebih dari sekadar pelatihan. Ia adalah sebuah kompor yang menyalakan api ambisi, mengubah keraguan menjadi sebuah peta navigasi yang jelas menuju pasar global.
Layar komputer mereka menjadi jendela. Melaluinya, suara Ir. Bambang, MM, dari Badan Karantina Indonesia menggema. Katanya, Indonesia ibarat seorang raksasa yang masih tidur. Kekayaan alamnya adalah mimpi indah yang tidak dimiliki negara lain, namun jumlah eksportirnya masih sedikit. Ini adalah sebuah paradoks yang memilukan sekaligus memacu adrenalin. Sebuah panggilan untuk bangkit, untuk membuat sang raksasa itu membuka mata dan menunjukkan taringnya di kancah perdagangan dunia.
Harapan itu tidak berhenti di pusat. Di Merauke, suara Kepala Karantina Papua Selatan, Ferdi, hadir sebagai penyemangat yang lebih dekat. Pesannya sederhana namun mendalam: lihatlah sekelilingmu. Potensi ekspor itu tidak selalu harus berupa komoditas besar yang rumit. Ia bisa bersembunyi di dalam rempah-rempah khas Papua, dalam anyaman tangan yang penuh makna, atau dalam hasil bumi yang unik. Webinar ini adalah sebuah senter yang membantu peserta menemikan harta karun yang selama ini terabaikan di halaman belakang mereka sendiri.
Kredibilitas mimpi itu diperkuat oleh para pemandu yang ahli. Ir. Nursyamsu Mahyuddin, sang eksportir senior, bagai nahkoda yang telah berlayar mengarungi samudera ekspor sejak dekade 90-an. Ia membagikan peta, mengajari cara membaca angin dan badai di pasar global. Ir. Ichwandi dari Pusat Data Karantina hadir sebagai kompas digital, menunjukkan bagaimana data dan informasi adalah senjata ampuh di era modern. Sementara Ernawati dari Kementerian Perdagangan adalah penerang yang menjelaskan aturan main di pelabuhan-pelabuhan dunia.
Pada akhir sesi, ketika layar komputer mulai redup, yang tertinggal bukanlah sekadar sertifikat kehadiran. Yang tertinggal adalah sebuah keyakinan. Keyakinan bahwa menjadi eksportir bukanlah privilege untuk segelintir orang, tetapi sebuah jalan yang bisa ditempuh oleh siapa saja yang berani mencoba. Dari Merauke, benih-benih eksportir baru ini ditebar. Mereka mungkin masih kecil, tetapi suatu hari nanti, dengan perawatan yang tepat, mereka akan tumbuh menjadi pohon-pohon raksasa yang akarnya menghujam di tanah Indonesia, namun rantingnya berbuah hingga ke ujung dunia.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....