Dari Dapur Kecil, Merajut Asa Merauke

  • 25 Sep 2025 13:01 WIB
  •  Merauke

KBRN, Merauke : Di sebuah sudut Jalan TMP Polder, ada ruang kelas yang tak biasa. Baunya bukan kapur tulis, tapi harum adonan pentol cilok yang direbus dan manisnya adonan es krim. Suaranya bukan dering bel, tapi deru prosesor komputer dan semangat orang-orang yang bertekad mengejar ketertinggalan. Inilah PKBM "Bangun Maju Gerakan", sebuah oasis pengetahuan yang didirikan oleh Muhar Gebze pada 2024. Sebuah jawaban atas rindu akan keterampilan hidup, sebuah pelukan bagi mereka yang haus akan peluang.

Muhar Gebze memandangnya dengan jelas. "Kami baru fokus pada dua kegiatan," katanya. Dua kegiatan itu bagai dua sayap bagi seekor burung yang ingin terbang. Sayap pertama adalah pendidikan komputer. Di sini, tutor-tutor Orang Asli Papua diajak menari dengan mouse dan keyboard, membuka jendela dunia digital. Para pelajar dan mahasiswa dari keluarga kurang mampu berkumpul di Pokjar-Pokjar seperti titik-titik cahaya di TMP Polder, Spadem, dan Kelapa Lima. Bagi yang muda, mereka belajar dasar-dasar komputer. Bagi yang lebih dewasa, mereka diajak menata pikiran dalam bentuk karya ilmiah. Setiap ketikan adalah sebuah deklarasi: kami ada, dan kami siap.

Sayap kedua adalah tata boga, sebuah program yang jantungnya berdetak untuk memberdayakan kaum ibu. Ketua PKBM, Ristiana, membayangkan sebuah jaringan ekonomi kreatif yang dimulai dari dapur-dapur sederhana. "Orientasi kami adalah membentuk ibu-ibu untuk memproduksi dari dapur masing-masing," ujarnya. Es krim dan pentol cilok bukan sekadar jajanan. Mereka adalah simbol. Setiap cetakan es krim yang beku adalah pembekuan sebuah tekad. Setiap pentol cilok yang mengambang di air mendidih adalah gagasan usaha yang matang. Pasar kaki lima telah menanti, menjadi panggung bagi hasil karya mereka. Ristiana bermimpi besar: sentra-sentra produksi rumahan yang akan tumbuh, membuka ruang kerja dan mengubah narasi hidup banyak keluarga.

Kehadiran PKBM BMG adalah puisi kolaborasi. Dukungan pemerintah daerah adalah pupuknya. Semangat warga adalah mataharinya. Di Merauke, mereka membuktikan bahwa membangun maju tidak selalu dengan hal-hal besar. Terkadang, ia dimulai dengan secangkir adonan es krim dan keberanian untuk menekan tombol 'enter' pada keyboard kehidupan. Dari dapur-dapur kecil itulah, asa untuk Merauke yang lebih sejahtera sedang dirajut, perlahan, namun penuh keyakinan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....