Dari Kolam Bhayangkari, Ikan Untuk Masa Depan
- 24 Sep 2025 19:31 WIB
- Merauke
KBRN, Merauke : Senin pagi di Markas Sat Polairud Polres Merauke, suara sirine dan langkah tegas para polisi berganti dengan riak air yang lembut. Di sebuah kolam yang tenang, harapan baru ditebar. Bukan peluru, bukan peringatan, melainkan seribu nyawa kecil yang akan tumbuh: bibit ikan lele. Mereka berenang-renang dalam kantong plastik bening, menunggu saat untuk dilepas ke dalam birunya kolam baru mereka.
Kapolda Papua, Irjen Pol. Petrus Patrige Rudolf Renwarin, berdiri di tepi kolam. Seragam lengkapnya kontras dengan kesederhanaan momen ini. Namun, di tangannya, ia tidak memegang senjata, melainkan sebuah ember berisi kehidupan. "Ini adalah langkah nyata," ujarnya, dan kata-katanya jatuh ke air bersama dengan bibit-bibit pertama yang ia tebar. Sebuah komitmen yang tidak diukir di batu prasasti, tetapi di dalam air yang akan menjadi sumber penghidupan.
Di sampingnya, Ketua Bhayangkari Daerah Papua, Ny. Nova Patrige Renwarin, menyaksikan dengan senyum. Baginya, kolam ini adalah metafora yang indah. Sebuah ketahanan pangan yang dimulai dari rumah, dari keluarga. Seperti ikan lele yang dapat tumbuh dalam kolam terbatas, kemandirian pun bisa dibangun dari pekarangan-pekarangan kesadaran. Ia mendorong setiap keluarga untuk memiliki ‘kolam’nya sendiri, sumber pangan yang tidak pernah kering.
Pelepasan bibit itu ibarat sebuah upacara. Setiap genggam bibit yang jatuh ke air adalah sebuah doa yang terucap. Doa agar benih ini tumbuh, berkembang, dan suatu hari nanti akan memenuhi piring-piring warga, mengisi perut anak-anak, dan menggerakkan roda perekonomian kecil di tingkat yang paling dasar. Ini bukan tentang proyek besar, melainkan tentang sebuah kolam di sudut markas polisi yang diam-diam bercerita tentang arti melindungi dan melayani yang sesungguhnya.
Program ini adalah sebuah sajak tentang hubungan baru antara penjaga keamanan dan yang dijaga. Bukan lagi hubungan yang tegang, tetapi sebuah simbiosis. Polisi memberikan bibit, masyarakat merawatnya, dan hasilnya dinikmati bersama. Kapolda berharap ini menjadi inspirasi, dan harapannya itu terangkai seperti gelembung-gelembung udara di permukaan kolam.
Hari itu, di Markas Sat Polairud, yang biasanya menjadi pusat operasi keamanan perairan, justru melahirkan sebuah sumber kehidupan. Seribu bibit lele itu adalah tentara baru—tentara pangan yang akan berjuang melawan kelaparan dan kemandekan ekonomi. Mereka adalah bukti bahwa perlindungan tidak selalu dengan kekuatan, tetapi bisa dengan ketelatenan menebar benih dan memelihara masa depan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....