Dosen Unmus Dampingi UMKM Kembangkan SaBar melalui Storytelling Kearifan Lokal

  • 19 Agt 2026 05:32 WIB
  •  Merauke

RRI. CO. ID, Merauke : Tim dosen Universitas Musamus (Unmus) mendampingi UMKM Mama Maya yang dikelola Maya Famia Maria Bapaimu dalam mengembangkan inovasi olahan sagu melalui produk SaBar atau Sagu Bar.

Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat yang diketuai Ni Luh Putu Nita Yulianti tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan nilai tambah pangan lokal, sekaligus memperkuat kapasitas UMKM melalui inovasi produk, pengembangan usaha dan pemanfaatan storytelling kearifan lokal Papua Selatan. Program bertema “Penguatan Olahan Sagu melalui Storytelling Kearifan Lokal Papua Selatan dan Inovasi Produk SaBar (Sagu Bar)” ini mendapat dukungan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdikti Saintek).

Rangkaian kegiatan diawali dengan sosialisasi pada 17 Juli 2026, dan dalam kegiatan tersebut, tim memperkenalkan program, inovasi SaBar serta pentingnya pengembangan usaha berbasis potensi pangan lokal. Selanjutnya, pada 24 Juli 2026, tim menerapkan teknologi melalui demo produksi. Mitra UMKM Mama Maya mendapat praktik langsung mengolah sagu menjadi SaBar dengan sejumlah varian, yakni kacang, pisang dan kelapa.

Selain inovasi produk, pendampingan juga diarahkan pada penerapan proses produksi yang lebih higienis dan efisien. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pelatihan pada 31 Juli 2026 yang mencakup manajemen usaha, branding, pengemasan, pencatatan keuangan digital hingga pemasaran digital. Pendampingan berlanjut pada 7 hingga 14 Agustus 2026.

Salah satu inovasi yang menjadi perhatian dalam program ini adalah pemanfaatan storytelling kearifan lokal Papua Selatan sebagai identitas produk. Cerita mengenai sagu sebagai bagian dari kehidupan dan budaya masyarakat Papua Selatan dikemas dalam bentuk narasi serta barcode video storytelling yang dapat diakses melalui kemasan SaBar.

Strategi tersebut diharapkan mampu memperkuat identitas produk sekaligus menjadi daya tarik dalam pemasaran. Ketua tim pengabdian, Ni Luh Putu Nita Yulianti, mengatakan kegiatan tersebut tidak hanya berorientasi pada menghasilkan produk baru, tetapi juga membangun kemampuan UMKM agar dapat berkembang secara berkelanjutan.

“Kami ingin olahan sagu tidak hanya menjadi produk pangan, tetapi juga membawa cerita dan identitas kearifan lokal Papua Selatan. Melalui SaBar, kami berharap UMKM Mama Maya dapat meningkatkan nilai tambah produk sekaligus memperluas pasar,” ujarnya.

Sementara itu, pengelola UMKM Mama Maya, Maya Famia Maria Bapaimu, menyambut baik pendampingan yang diberikan tim Universitas Musamus. Menurutnya, kegiatan tersebut memberikan pengalaman baru dalam mengembangkan produk berbahan dasar sagu, mulai dari proses produksi, pengemasan, manajemen usaha hingga pemasaran.

Kehadiran SaBar diharapkan menjadi salah satu bentuk inovasi pangan lokal yang mampu meningkatkan nilai ekonomi sagu sekaligus memperkenalkan kekayaan kearifan lokal Papua Selatan melalui produk UMKM. Program tersebut juga menjadi wujud komitmen Universitas Musamus dalam menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya melalui pengabdian kepada masyarakat dan pemberdayaan pelaku UMKM lokal.

Melalui kolaborasi perguruan tinggi dan UMKM Mama Maya, pengembangan SaBar diharapkan tidak berhenti pada kegiatan pelatihan, tetapi berlanjut menjadi usaha yang lebih terstruktur, memiliki identitas produk yang kuat dan mampu bersaing di pasar lokal maupun pasar yang lebih luas.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....