Bupati Romanus : Petani OAP Juga Bisa Dalam Tanaman Hidroponik
- 02 Jul 2024 12:48 WIB
- Merauke
KBRN, Merauke : Bupati Kabupaten Merauke Romanus Mbaraka melakukan panen perdana tanaman Hidroponik kebun pangan B2SA di Kelompok Wanita Tani (KWT) Janang Indah Kelurahan Karang Indah Kabupaten Merauke, Papua Selatan. Panen perdana tanaman Hidroponik milik KWT Janang Indah yang terdiri dari 20 orang mama-mama Asli Papua (OAP) ini mampu memberikan edukasi bahwa petani lokal OAP juga mampu bersaing dengan petani diwilayah Transmigrasi dengan pengembangan tanaman hidroponik berupa Selada, Pakcoy, Sawi, Kangkung dan Bayam.
Bupati Merauke Romanus Mbaraka menegaskan kegiatan ini sangat berdampak positif bagi peningkatan kesejahteraan ekonomi keluarga, oleh karena itu dirinya memberikan apresiasi dan motivasi kepada 20 orang Mama OAP yang telah sukses membudidayakan tanaman hidroponik.
“ Saya mau nanti kamu masing-masing membuat tanaman hidroponik ini dipekarangan rumahnya dengan bantuan modal yang diberikan, sehingga tujuannya jelas meningkatkan ekonomi keluarga agar dapat memberikan pendidikan yang baik untuk anak-anak,” ungkap Bupati Romanus Mbaraka di Merauke, Selasa (2/7/2024).
Ditambahkan terkait pemasaran, pihaknya akan melakukan komunikasi bersama pihak hotel di Merauke agar dapat membeli hasil panen tanaman hidroponik yang ditanam oleh petani OAP ini karena sangat bagus, higienis dan berkualitas.
“ Orang Asli Papua juga bisa dalam melakukan tanaman hidroponik dan Laki-laki Marind (Bupati Romanus) juga bisa Instalasi hidroponik “.jelas Bupati Romanus
Sementara Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Merauke Martha Bayu Wahyuni Wijaya mengatakan pangan Beragam, Bergizi, Seimbang dan Aman (B2SA) ini telah diamanatkan dalam Undang-undang nomor 18 tahun 2012 tentang Pangan menyatakan bahwa Pemerintah pusat dan daerah berkewajiban mewujudkan penganekaragaman konsumsi dengan membudidayakan pola konsumsi pangan yang beragama, bergizi, seimbang dan aman atau B2SA.
“Pemerintah daerah melalui Dinas Ketapang tahun 2024 ini memberikan edukasi penganekaragaman konsumsi pangan melalui beberapa kegiatan diantaraya kebun pangan B2SA adalah pemberdayaan masyarakat khususnya Ibu-Ibu OAP yang tergabung dalam satu Kelompok Wanita Tani (KWT) yang memanfaatkan lahan pekarangan sekitar rumah sebagai sarana edukasi untuk penyediaan bahan pangan bagi keluarga dalam meningkatkan ketahanan pangan dan ekonomi keluarga,” ucapnya.
Selain itu Dapur Pangan Goes To School juga dilakukan pihaknya dalam memberikan edukasi dan pemahaman B2SA kepada anak-anak SD mayoritas OAP dalam rangka penanganan angka stunting dengan memberikan makanan sehat, aktif dan produktif serta Pengembangan Pangan Usaha LOkal yang membina UMKM dalam mengelola pangan lokal yang secara keseluruhan bersumber dari dana Otsus tahun 2024.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....