Konsultasi Publik Bian Project 2026 Perkuat Kolaborasi Pelestarian Danau Bian

  • 07 Okt 2026 11:10 WIB
  •  Merauke

RRI. CO. ID, Merauke - PT Bio Inti Agrindo (BIA) kembali menegaskan komitmennya terhadap pelestarian lingkungan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui pelaksanaan Konsultasi Publik Bian Project 2026 di Kabupaten Merauke, Papua Selatan. Kegiatan tersebut menjadi ruang untuk menyampaikan perkembangan program, capaian, tantangan, serta pembelajaran selama pelaksanaan Bian Project, sekaligus membuka ruang diskusi dan menerima masukan dari para pemangku kepentingan, Rabu 7 Oktober 2026.

PT BIA sebelumnya telah mendeklarasikan kebijakan keberlanjutan No Deforestation, No Peat and No Exploitation (NDPE), serta berkomitmen mendukung perlindungan dan pelestarian keanekaragaman hayati, baik di dalam areal perkebunan maupun kawasan konservasi di luar konsesi.

Bian Project merupakan program dukungan konservasi dan pemberdayaan masyarakat yang dilaksanakan di delapan kampung, yakni Selil, Kindiki, Muting, Pachas, Boha, Kolam, Waan, dan Selauw yang berada di kawasan Suaka Margasatwa Danau Bian.

Presiden Direktur PT BIA, Kong Byoung Sun, mengatakan upaya menjaga kelestarian lingkungan dan sumber daya alam membutuhkan kolaborasi berkelanjutan antara pemerintah, dunia usaha, akademisi, dan masyarakat.

Menurutnya, kerja sama tersebut tidak hanya penting untuk menjaga hutan dan sumber daya alam, tetapi juga memastikan pembangunan tetap memperhatikan aspek keberlanjutan demi kepentingan generasi mendatang.

“Kami percaya bahwa keberlanjutan hanya dapat diwujudkan melalui kerja sama yang konsisten. Pemerintah, akademisi, dunia usaha, dan masyarakat memiliki peran penting sesuai kapasitas masing-masing,” ujar Kong Byoung Sun.

Ia menjelaskan, komunikasi, pertukaran informasi, serta tindakan bersama menjadi bagian penting dalam mencari solusi atas berbagai tantangan yang dihadapi masyarakat maupun lingkungan.

Melalui berbagai program yang mengakomodasi aspirasi masyarakat, PT BIA berharap upaya pemberdayaan dapat berjalan seiring dengan pelestarian lingkungan dan sumber daya alam.

Konsultasi publik tersebut juga diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi antarpemangku kepentingan, sehingga berbagai masukan yang disampaikan dapat menjadi bahan evaluasi dan dasar dalam pengembangan program Bian Project ke depan.

PT BIA menilai keberlanjutan membutuhkan komitmen dan tindakan bersama secara konsisten. Dengan komunikasi yang terus dibangun antara pemerintah, akademisi, dunia usaha, dan masyarakat, diharapkan lahir langkah-langkah konkret untuk menjaga hutan dan lingkungan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat di sekitar kawasan konservasi Danau Bian.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....