Lulusan Keperawatan Merauke Diminta Siap Mengabdi di Daerah Terpencil
- 06 Okt 2026 18:14 WIB
- Merauke
RRI.CO.ID, Merauke - Para lulusan Program Studi Keperawatan Poltekkes Kemenkes Jayapura di Merauke diminta tidak hanya berorientasi pada tempat bekerja, tetapi memiliki semangat untuk mengabdi di wilayah yang membutuhkan tenaga kesehatan. Hal tersebut disampaikan Wakil Bupati Merauke Fauzun Nihayah dalam acara wisuda lulusan Program Studi Keperawatan Poltekkes Kemenkes Jayapura di Merauke, Selasa 6 Oktober 2026.
Dalam sambutannya, Wakil Bupati Fauzun mengingatkan para lulusan bahwa profesi perawat merupakan bentuk pelayanan kepada sesama yang harus dilakukan dengan ketulusan.
“Jangan bertanya di mana saya akan bekerja, tetapi bertanyalah di mana tempat yang sangat membutuhkan saya. Itu yang harus menjadi prinsip para wisudawan,” ujarnya.
Menurutnya, kehadiran tenaga keperawatan sangat dibutuhkan, khususnya di wilayah yang jauh dari akses perkotaan. Para lulusan diharapkan mampu memberikan pelayanan kesehatan secara maksimal di puskesmas maupun fasilitas kesehatan lainnya.
Ia juga berpesan agar para lulusan menjadikan prinsip “rawatlah manusia dengan ilmu, melayanilah manusia dengan hati” sebagai pedoman dalam menjalankan profesi.
Pemerintah daerah, lanjutnya, berharap lulusan keperawatan dapat memberikan kontribusi nyata dalam pembangunan sektor kesehatan di Papua Selatan.
Selain itu, diperlukan sinergi antara Poltekkes Kemenkes Jayapura, pemerintah daerah dan Pemerintah Provinsi Papua Selatan dalam mendukung penempatan tenaga perawat, khususnya di wilayah-wilayah yang masih membutuhkan tenaga kesehatan.
“Ini membutuhkan sinergitas, kerja sama dan komunikasi yang baik dari semua unsur yang ada. Pemerintah daerah pasti akan selalu mendukung,” katanya.
Dukungan tersebut juga diwujudkan melalui bantuan fasilitas untuk mendukung persiapan akreditasi Program Studi Keperawatan. Pemerintah daerah berencana memberikan bantuan satu unit pendingin ruangan (AC) dan satu unit komputer.
Pada kesempatan tersebut, para lulusan juga diingatkan untuk memiliki ketangguhan dalam menjalani tugas, terutama ketika ditempatkan di wilayah yang jauh dari pusat kota. Ia mencontohkan, tenaga kesehatan yang ditempatkan di distrik terpencil harus memiliki kesiapan mental dan tidak mudah menyerah ketika menghadapi tantangan di lapangan.
“Kesuksesan itu membutuhkan proses. Jangan menjadi orang yang mudah patah semangat. Ketika ditempatkan di distrik yang jauh, baru satu bulan sudah tidak betah dan meminta pulang,” ujarnya.
Ia meyakini para wisudawan dan wisudawati merupakan generasi yang memiliki kemampuan dan semangat untuk berkontribusi dalam pembangunan kesehatan. Selain itu, apresiasi turut disampaikan kepada para orang tua yang telah memberikan doa, dukungan dan perjuangan hingga anak-anak mereka berhasil menyelesaikan pendidikan.
Para lulusan diharapkan mampu menjadi manusia yang bermanfaat bagi masyarakat dengan mengabdikan ilmu yang telah diperoleh selama menempuh pendidikan.
“Selamat berkarya dan selamat menapaki dunia nyata. Kalian akan menghadapi tantangan bagaimana memanfaatkan ilmu untuk berbakti kepada sesama dan memanfaatkan kesempatan untuk melayani sesama,” ucapnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....