Festival Kalimaro Masuk Kharisma Event Nusantara 2026, Raup 12.500 Pengunjung
- 05 Okt 2026 18:03 WIB
- Merauke
RRI. CO. ID, Merauke - Festival Kalimaro Kabupaten Merauke, Papua Selatan, berhasil mencatat prestasi membanggakan dengan terpilih masuk dalam Kharisma Event Nusantara (KEN) 2026 Kementerian Pariwisata Republik Indonesia.Hal tersebut disampaikan Ketua panitia Festival Kalimaro IV Wilibrodus Yayu Mahuse dalam laporannya pada penutupan Festival Kalimaro, Senin 5 Oktober 2026.
Dikatakan selama lima hari pelaksanaan, Festival Kalimaro tidak hanya menghadirkan beragam atraksi budaya, seni dan ekonomi kreatif, tetapi juga mampu menarik antusiasme masyarakat dan wisatawan yang hadir di lokasi kegiatan.
Panitia mencatat, jumlah pengunjung melampaui target awal sebanyak 2.000 orang per hari. Rata-rata lebih dari 2.500 pengunjung hadir setiap harinya, sehingga total kunjungan selama lima hari mencapai kurang lebih 12.500 orang.
Festival tersebut juga melibatkan lebih dari 112 pelaku UMKM dan ekonomi kreatif lokal. Berbagai produk unggulan daerah ditampilkan, mulai dari pangan lokal berbahan sagu, pisang, kelapa, hingga beragam produk kerajinan dan kuliner khas Papua.
Keberagaman budaya menjadi salah satu kekuatan utama Festival Kalimarau. Berbagai etnis Nusantara tampil dalam semangat kebersamaan dan persatuan, disertai seni tradisional Marind, Marind Ngapi, Asmat, Mokeningu hingga Barongsai.
Selain itu, prosesi perahu adat di Sungai Maro turut menjadi bagian penting dalam rangkaian festival. Seluruh rangkaian kegiatan dinilai menjadi gambaran nyata semangat persatuan dalam keberagaman dan budaya masyarakat di Bumi Animha.
Panitia juga memberikan apresiasi kepada seluruh unsur keamanan yang terlibat dalam menjaga keamanan dan keselamatan selama festival berlangsung, baik di darat maupun di perairan Sungai Maro.
Apresiasi diberikan kepada gabungan TNI-Polri, Polisi Adat, Polair, KSK, serta tim SAR Merauke yang dinilai telah menjalankan tugas pengamanan dan keselamatan dengan baik.
Penghargaan serupa juga disampaikan kepada para petugas adat atau Polisi Adat di bawah pimpinan Saturus Mauzer selaku Ketua Adat Marind.
Keberhasilan Festival Kalimaro tidak terlepas dari dukungan Pemerintah Indonesia, Pemerintah Provinsi Papua Selatan, Pemerintah Kabupaten Merauke, Gereja Katolik Paroki Bunda Hati Kudus, tokoh adat, pihak swasta, sponsor, serta seluruh masyarakat.
Panitia menyadari masih terdapat sejumlah kekurangan dalam pelaksanaan festival. Karena itu, berbagai masukan dan rekomendasi strategis akan menjadi bahan evaluasi untuk penyelenggaraan pada tahun-tahun mendatang.
Beberapa hal yang menjadi perhatian antara lain penguatan fasilitas pendukung, penataan lokasi kegiatan, dukungan alokasi dana Otsus secara langsung untuk Festival Kalimarau, serta penetapan Peraturan Daerah mengenai kalender kegiatan atau calendar of event.
Seluruh rekomendasi tersebut diharapkan dapat menjadi dasar bersama untuk meningkatkan kualitas Festival Kalimarau sehingga mampu menarik lebih banyak wisatawan Nusantara maupun mancanegara.
Panitia mengajak seluruh pihak untuk terus merawat persaudaraan, perdamaian, kelestarian alam dan budaya di Tanah Marind.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....